Di Somalia Hampir Dua Juta Anak Menderita Kekurangan Gizi

Di Somalia, hampir dua juta anak menderita kekurangan gizi akibat dampak kekeringan terburuk dalam empat puluh tahun. Save the Children menyerukan pendanaan internasional yang mendesak untuk memberikan bantuan penyelamatan jiwa ke negara tersebut.

Ketika kelaparan terus melanda Somalia menyusul kondisi kekeringan yang menghancurkan di negara itu, lebih dari 1,8 juta anak perempuan dan laki-laki di bawah usia lima tahun akan menderita kekurangan gizi akut, menurut organisasi Save the Children.

Negara ini menghadapi kekeringan terburuk dalam empat puluh tahun setelah curah hujan di bawah rata-rata terus mengurangi produksi pangan.

Akibatnya, sedikitnya 6,5 juta orang atau hampir 40% penduduk membutuhkan bantuan kemanusiaan.

Perserikatan Bangsa-Bangsa tahun lalu memperingatkan kelaparan yang akan datang di Somalia karena situasi kekeringan terburuk dalam 40 tahun terakhir, dengan musim keenam berturut-turut dengan curah hujan di bawah rata-rata diperkirakan akan terus mengurangi produksi pangan dan pendapatan rumah tangga yang lebih rendah.

Diperkirakan hampir 40% penduduk Somalia membutuhkan bantuan kemanusiaan.

Melarikan diri dari kekeringan, warga Somalia masih menghadapi kekurangan gizi

Anak-anak Menderita Gizi Buruk yang Parah

Mereka yang paling menderita akibat krisis ini adalah anak-anak kecil, dengan sekitar satu dari tiga anak mengalami kekurangan gizi parah.

Sekitar 480.000 anak terkena dampaknya, dengan peningkatan risiko kematian setiap hari, menurut Save the Children.

Tanggapan ‘Selamatkan Anak-Anak’

Menanggapi krisis, Save the Children menyerukan lebih banyak dana dari komunitas internasional untuk memberikan dan memberikan bantuan yang menyelamatkan jiwa, termasuk menyediakan air, merawat anak-anak yang kekurangan gizi, mendukung sistem pendidikan, menawarkan fasilitas kesehatan, dan memberikan dukungan material kepada mereka yang membutuhkan. siapa yang paling rentan.

“Meskipun upaya kemanusiaan sejauh ini telah mencegah kemungkinan kelaparan, jumlah anak kelaparan dan kekurangan gizi di seluruh negeri tetap mengkuatirkan,” kata Mohamud Mohamed Hassan, Direktur Save the Children di Somalia. “Tanggapan global masih diperlukan untuk mengatasi kebutuhan kemanusiaan segera dan menerapkan solusi jangka panjang untuk krisis pangan.”

“Kami prihatin bahwa peningkatan anak-anak yang mengalami malnutrisi akut bersamaan dengan berkurangnya dana kemanusiaan untuk Somalia dan kami memperingatkan konsekuensi yang mematikan jika dana ditarik,” tambahnya. **

Sophie Peeters (Vatican News)

Leave a Reply

Your email address will not be published.