Romo, Anakku Ugal-ugalan, Apa Solusinya?

Damai sejahtera dalam Tuhan kita Yesus Kristus. Romo Teja, saya sedang menghadapi masalah keluarga yang pelik. Sampai saat ini saya belum bisa memecahkannya. Kami menikah sudah 18 tahun lalu. Sekarang kami sudah memiliki empat orang anak. Anak kami yang pertama dan kedua laki-laki sedang anak kami yang ketiga dan keempat perempuan.

Awal mulanya kami menikah sudah tidak disenangi oleh orangtua pihak perempuan, karena ada anggapan menikah dengan beda usia tiga tahun dan enam tahun tidak bagus menurut tradisi. Tetapi kami tetap nekat. Kami tidak percaya akan tradisi seperti itu. Saya membohongi orangtua pihak perempuan bahwa kami hanya berbeda usia satu tahun.

Memang istri saya termasuk golongan the haves (orang berada). Ia sudah terbiasa hidup dengan barang-barang yang mewah, sedang saya adalah orang yang ekonomi menengah. Saya masih harus bersusah payah bekerja pada orang. Istilahnya saya makan gaji pada orang lain.

Awal pernikahan kami memang sempat terjadi ribut kecil. Bahkan istri saya pernah stress, karena biasanya ia memegang uang banyak untuk bisa berbelanja, tetapi setelah pernikahan kami ia merasa gaji saya itu selalu tidak cukup.

Permasalahan itu akhirnya bisa kami atasi bersama beberapa tahun belakangan ini di mana kami sudah sama-sama bekerja mencari uang dan mendirikan rumah baru bersama sambil buka usaha kecil-kecilan. Tetapi dua tiga tahun belakangan ini timbul lagi permasalahan lain setelah anak-anak kami mulai beranjak dewasa di mana kebutuhan untuk sekolah semakin besar. Anak-anak kami justru ugal-ugalan dalam sekolahnya.

Disuruh untuk kuliah mereka tidak mau, begitu pun dalam membantu orangtua mengembangkan usaha. Sepertinya mereka maunya menghabiskan harta orangtua saja. Tidak ada tanggungjawab sedikit pun dalam diri mereka sebagai anak apalagi untuk masa depan mereka nanti. Mungkin yang mereka pikirkan orangtua mereka masih kaya, jadi boleh santai-santai dan ugal-ugalan. Saya tidak tahu harus bagaimana lagi menghadapi anak-anak saya itu. Di mana tempat saya mengadu? Saya mohon pertolongan Romo.

Seorang umat di Palembang

Anakku ugal-ugalan | Foto: Tabloid KOMUNIO KOMSOS KAPal

Terima kasih banyak atas kepercayaan yang Anda berikan kepada saya untuk menjawab permasalahan yang sedang Anda hadapi. Merenungkan masalah-masalah yang terjadi dalam kehidupan kita, kiranya benar apa yang dikatakan para ahli bahwa persentasi masalah yang dihadapi oleh manusia di dunia ini lebih kurang delapan puluh persen adalah masalah kehidupan keluarga. Mungkin masalah itu terjadi dalam hubungan dengan suami istri, anak dengan anak, anak dengan masalah sosial sekitarnya atau masalah ekonomi. Saya tidak bermaksud menambah rumit masalah yang sedang Anda hadapi. Namun saya hanya ingin mengungkapkan fakta bahwa hidup manusia ini selalu dihadapkan pada masalah.

Menyadari hal ini kita mesti merasa bahwa bagi manusia masalah bukanlah hal yang luar biasa, tetapi suatu hal yang biasa dan merupakan hakekat yang melekat pada hidup itu sendiri. Pertanyaan yang bisa diajukan adalah kalau masalah itu melekat pada kehidupan manusia sendiri, lalu bagaimana manusia menghadapi masalah itu? Ada orang yang menghadapinya dengan bijak, ada yang menjadi pusing bahkan sangat terbebani dan berbagai macam cara lainnya.

Anda mengatakan bahwa pada awalnya perkawinan Anda sebenarnya tidak direstui oleh orangtua pihak perempuan. Pada mulanya Anda merasa bahwa istri Anda pun merasa memerlukan banyak waktu untuk menyesuaikan diri dengan gaya hidup Anda yang datang bukan dari keluarga kaya. Akhirnya Anda mengatakan, Anda harus membohongi mertua Anda karena menurutnya tidak baik menikah dalam perbedaan umur antara tiga dan enam tahun. Hal ini tindakan yang baik sekali. Anda melihat balik segala peristiwa ini sebagai suatu ‘sarana refleksi’ untuk melihat kenyataan yang terjadi sekarang ini.

Menurut saya, segala peristiwa yang terjadi dalam keluarga termasuk kenalan anak-anak Anda tidak ada hubungannya dengan ‘kepercayaan atas tradisi’ itu. Ini bukan ‘kutuk atau hukuman’ atas kenekadan Anda menikah dengan istri Anda. Ini bukan karena perkawinan Anda tidak direstui orangtua pihak istri, melainkan ini murni masalah yang sering terjadi dalam setiap keluarga.

Menurut Anda masalah utama adalah anak Anda tidak mau kuliah, ugal-galan, tidak mau mendukung usaha orangtua dan ada kecenderungan menghabiskan harta orangtua. Pertama-tama yang harus dicari adalah sebabnya. Mengapa anak Anda bertindak demikian? Kapan anak Anda mulai bertindak seperti itu? Akhir-akhir ini saja atau sudah lama? Bagaimana hubungan Anda sebagai orangtua dengan anak-anak Anda? Apakah Anda dan istri Anda sebagai orangtua sungguh mempunyai waktu untuk mereka ataukah Anda sibuk dengan tugas dan usaha Anda?

Mengapa saya mengajak Anda untuk bertanya seperti di atas? Menurut saya, kebanyakan anak yang ‘ngambek’ atau mogok tidak mau kuliah atau tidak mau bekerja disebabkan oleh rasa kecewa yang begitu mendalam terhadap orangtua. Mungkin mereka merasa tidak diperhatikan, tidak didengarkan atau tidak dianggap sebagai anak. Mungkin tanpa sadar kita telah memberi ‘cap’ yang tidak baik terhadap anak itu dalam keluarga. Akibatnya, ia terluka. Ia merasa hidup dan kehadirannya dalam keluarga tidak berarti apa-apa.

Karena itu, tindakan yang dia lakukan adalah tindakan balas dendam. Ia bertindak semaunya sendiri. Dia tidak peduli dengan siapapun termasuk dirinya sendiri, karena dia merasa tidak mempunyai arti lagi. Sebenarnya semua ini dilakukan sebagai usaha untuk menarik perhatian orang lain, terutama orangtua. Yang sering terjadi, orangtua justru meresponsnya secara negatif dan semakin membuat dia bertambah marah.

Lalu apa yang perlu diperbuat terhadap anak itu? Tidak ada nasehat ‘instant’ yang bisa diterapkan dan langsung bisa mengatasi masalahnya. Menurut saya, tidak ada tindakan mendesak untuk dilakukan selain mengadakan pendekatan pribadi dengan anak ini. Ciptakan kondisi dan waktu untuk bisa bicara dari hati ke hati dengan anak Anda. Bicaralah sebagai seorang ayah dengan seorang anak. Bukan polisi dengan pencuri, bukan si hakim dengan si terhukum. Sekali lagi antara ayah dan seorang anak. Mungkin hal ini tidak mudah dilakukan.

Kekecewaan Anda terhadap sikap dan tingkah laku anak Anda membuat Anda tidak bisa menerima anak Anda seperti adanya. Mungkin Anda juga berbalik marah terhadapnya. Suasana emosi atau kemarahan seperti ini biasanya membuat orang tua tidak mampu mendengar dengan baik ungkapan isi hati dan perasaan anak.

Karena itu, bersabar dan mengendalikan kemarahan adalah hal yang sangat diperlukan dalam pembicaraan antar pribadi ini. Hargailah dan terimalah pendapat anak Anda. Dengarkan segala keluhan, kekecewaan dan harapannya. Mungkin ini akan menyakitkan hati Anda, karena mungkin Anda tidak pernah menduganya. Tanyakan apa yang sebenarnya ia kehendaki. Cobalah ciptakan suasana agar ia dapat mengungkapkan segala isi hatinya.

Seandainya Anda merasa tidak bisa melakukan ini, mintalah tolong kepada orang yang Anda anggap bisa mendengar dan mengajak anak Anda berbicara dari hati ke hati. Di lain pihak kalau Anda merasa bahwa ada kecenderungan anak Anda menghamburkan harta orang tua, Anda harus mengontrol pemberian uang kepada anak Anda.

Dalam hal ini Anda harus bisa bertindak kompak dengan istri Anda. Mungkin Anda akan mengalami kesulitan untuk bekerja sama, karena melihat Anda berasal dari keluarga kaya yang terbiasa dengan gaya hidup yang lebih mewah. Namun pendidikan anak merupakan tanggung jawab Anda berdua. Tanpa kerja sama yang baik antara suami istri, tindakan Anda justru akan menimbulkan masalah baru. Anda tidak bisa saling menyalahkan dalam hal ini, melainkan Anda harus mempunyai satu suara bulat. Tujuan utama yang harus diprioritaskan adalah demi kebaikan dan masa depan anak Anda. Ini bukan masalah kepuasan diri, melainkan kesempatan bagi Anda untuk menunjukkan kualitas diri sebagai orang tua.

Semoga beberapa pertimbangan pemikiran di atas bisa membantu Anda mengatasi masalah Anda. Mungkin sangat baik bila Anda ingat akan sabda Tuhan yang mengatakan, “Tuhan tidak pernah memberikan beban lebih dari kemampuan yang bisa ditanggung oleh umatNya.”

Mintalah tolong dan yakinlah bahwa Tuhan mempunyai rencanaNya. Mungkin rencana ini yang belum Anda mengerti dan harus dicari bersama dengan anggota keluarga yang lain. Saya menyertai Anda dalam doa-doa saya. Berkat Tuhan melimpah.

Untuk keluarga-keluarga atau pribadi, Anda dapat melanjutkan refleksi Anda dengan pertanyaan-pertanyaan berikut ini.

Pertama, seandainya dalam keluarga Anda ada salah seorang anggota keluarga yang sulit diatur. Apa sikap Anda terhadapnya? Mengapa Anda bersikap demikian?

Kedua, kalau ada salah seorang anggota keluarga Anda yang ugal-ugalan, mengapa hal itu terjadi atas dirinya? Sudahkah Anda (keluarga) mencari tahu tentang alasan ia bertingkah laku seperti itu?

Ketiga, apa tindakan konkrit Anda untuk mengatasi soal ini? **

V. Teja Anthara SCJ

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://link.space/@tok99toto ladangtoto link alternatif ok88 deposit dana ladangtoto rtp maxwin tok99toto k86toto login https://thewatchmakerproject.com/ https://mannawasalwa.ac.id/3/ladang-toto/ https://mannawasalwa.ac.id/3/s-mania/ https://bintangara.tabalongkab.go.id/public/klik88/ https://klik88.bintangara.tabalongkab.go.id/ https://ladangtoto.sakt1.co.id/ https://manyao.djmusicvibration.com.in/ https://ww.pn-jayapura.go.id/ ladangtoto slot thailand login k86sport https://slot-toto.pa-sungailiat.go.id/ tok99toto login http://103.3.46.79/funmania/ http://103.101.52.68:8005/kaizen88/ https://perpustakaan.pn-tembilahan.go.id/products/scatter/ https://link-fun77toto.threeways.id/ https://bandar-fun77toto.diansigmaglobal.id/ https://ptbm.co.id/k86toto/ https://sisfo.diskominfo.pa-malangkota.go.id/ https://ftp.fhunwiku.ac.id/ https://103.181.182.174/ https://www.forex.ntu.edu.tw/tok99/ http://nkquoc.ntt.edu.vn/ https://kgaswe.ac.bw/adm-pulsa/ https://szeus.bintangara.tabalongkab.go.id/ https://ptbm.co.id/togel-hongkong/ https://sdnbeneryk.sch.id/s-88/ https://pta-bali.go.id/img/s-macau/ https://pta-bali.go.id/img/s-x500/ https://pta-bali.go.id/img/angka-jitu/ https://sdnbeneryk.sch.id/s-5k/ https://pta-bali.go.id/img/s-jepang/ http://103.3.46.79/888slot/ https://inspektorat.bondowosokab.go.id/assets/s-thailand/ https://pta-bali.go.id/img/s-taiwan/ https://fun77.bintangara.tabalongkab.go.id/ https://yppdb.or.id/s-macau/ http://103.3.46.79/dana-fun77/ https://yppdb.or.id/pg-soft/ https://galvindo.co.id/fun77toto/ http://103.3.46.79/padma188/ http://103.3.46.79/gateszeus/ https://pa-sukabumi.go.id/img/fun77toto/ https://yppdb.or.id/ladang-toto/ https://pa-blambanganumpu.go.id/img/s-mahjong/ https://yppdb.or.id/ying77/ http://103.3.46.79/slot777/ http://103.3.46.79/slot88/ http://103.3.46.79/slot77/ http://103.3.46.79/dewatoto/ http://103.3.46.79/dewaslot/ https://pa-blambanganumpu.go.id/img/s-dana/ https://pa-blambanganumpu.go.id/img/s-jp/ http://103.3.46.79/hokifun/ http://103.3.46.79/gopayfun/ http://103.3.46.79/danafun/ https://yppdb.or.id/data-sydney/ https://smartech.co.id/fun77toto/ http://161.97.112.139/ https://yppdb.or.id/axiebet/ https://yppdb.or.id/s-bri/ https://yppdb.or.id/s-toto/ https://yppdb.or.id/s-jepang/ https://pa-blambanganumpu.go.id/img/joker-123/ https://yppdb.or.id/ladang-duit/ slot thailand http://103.3.46.79/rumah258/ http://103.3.46.79/megaforwin/ http://103.3.46.79/asia188/ http://103.3.46.79/66kbet/ http://103.3.46.79/gb777/ http://103.3.46.79/gudangtoto/