Kita tidak bisa hidup begitu-begitu saja lalu mengharapkan hidup yang bahagia dengan iman yang kokoh dan kuat. Kita mesti tumbuhkan iman kita dalam hidup sehari-hari.
Ketika menyiram tanaman sayur di lahan sempit, tampak dua pohon sawi pandan yang tumbuh bersama-sama. Namun satu pohon lebih besar, sedangkan yang lainnya lebih kecil. Padahal keduanya bersumber dari bibit yang sama dan ditanam pada waktu yang sama pula. Keduanya sama-sama menggunakan media tanah yang diisi di dalam polybag.
Saya pun memeriksa tanah dari pohon yang lebih kecil dan cenderung kerdil. Ternyata tanaman itu kurang pupuk, sehingga tumbuhnya tidak cepat. Sedangkan tanaman yang lain cukup pupuk, sehingga tampak lebih besar dan panjang daun-daunnya. Dia mendapatkan sinar matahari yang cukup. Sedangkan tanaman yang satu terhalang oleh pohon, sehingga kurang mendapatkan sinar matahari.

Butuh Nutrisi Rohani
Dalam hidup rohani kita membutuhkan nutrisi yang baik. Hidup rohani kita akan bertumbuh dengan baik dan menghasilkan buah yang lebat. Cara mendapatkan nutrisi itu dengan membaca Sabda Tuhan, merenungkannya dan melaksanakannya dalam hidup sehari-hari. Kita mesti memberi waktu untuk memupuk hidup rohani kita.
Kisah di atas memberi kita inspirasi untuk senantiasa memelihara hidup kita. Dua pohon sayur itu ditanam pada saat yang sama. Namun yang satu kekurangan pupuk, sehingga membutuhkan perhatian yang lebih dengan memberi pupuk dan memindahkannya dari bawah pohon. Tanaman itu membutuhkan sinar matahari untuk bertumbuh menjadi lebih baik.
Orang beriman mesti memberi waktu untuk menumbuhkan hidup rohaninya. Orang tidak bisa hidup begitu-begitu saja lalu mengharapkan hidup beriman yang kuat dan kokoh. Membaca, merenungkan dan melaksanakan Sabda Tuhan dalam hidup sehari-hari menjadi salah satu cara kita memelihara hidup rohani kita.
Mari kita menumbuhkembangkan hidup rohani kita, agar kita mampu menemukan sukacita dan bahagia dalam hidup sehari-hari. Selalu semangat. Salam sehat. Tuhan memberkati. **
Frans de Sales SCJ
