Romo, Bagaimana ini? Saya Ketagihan Obat-obat Terlarang

Romo Teja yang baik, saya seorang remaja yang sedang ketagihan obat-obatan terlarang. Saya tidak tahu mengapa mesti terjadi seperti ini. Dulu saya hanya ingin coba-coba. Beberapa kali saya menolak ketika ditawari teman-teman. Tetapi kemudian beberapa teman meyakinkan saya bahwa menghirup obat-obatan terlarang itu sangat baik. Akhirnya, saya ikut-ikutan. Jadilah sekarang saya ketagihan. Saya tidak tahu bagaimana melepaskan diri dari ketagihan itu.

Saya ingin hidup normal seperti teman-teman yang lain. Saya ingin memiliki masa depan yang cerah. Ketika saya mengetahui bahwa banyak pecandu obat-obatan terlarang itu putus harapan dan lalu bunuh diri, saya menjadi takut. Jangan-jangan saya juga akan seperti mereka. Saya sudah berusaha sekuat tenaga untuk menghindari obat-obatan itu tetapi belum berhasil juga.

Saya takut, romo. Saya mohon bantuan romo agar saya dapat terlepas dari ancaman terhadap masa depan saya ini. Saya ingin berterus terang kepada orang tua, tetapi saya takut. Habis, saya menggunakan obat-obatan itu secara sembunyi-sembunyi saja. Orang tua tidak pernah tahu kalau anaknya yang ganteng dan simpatik ini ternyata seorang pecandu obat-obatan terlarang. Tolonglah saya, romo.

Salam,

Seorang remaja yang sedang bingung

Obat-obat terlarang bukanlah solusi atas masalah | Foto: Tabloid KOMUNIO KOMSOS KAPal

Remaja yang lagi bingung, pertama-tama romo ucapkan terima kasih atas keberanianmu mengungkapkan masalahmu. Dari sini saya melihat Anda memiliki keinginan yang kuat untuk keluar dari jebakan obat pembawa maut ini. Jawaban saya terhadap pertanyaan Anda ini tidak akan bisa menyelesaikan masalahmu, namun romo berharap jawaban romo bisa membantumu untuk melangkah lebih lanjut dalam usaha menghentikan dan melepaskan diri dari ketagihan obat-obat terlarang ini.

Romo tidak tahu persis, sampai pada tingkat mana ketagihanmu itu terhadap obat ini. Mengetahui tingkat ketagihanmu akan menjadi kunci utama dalam menolong kamu. Seandainya tingkat ketagihanmu ini belum terlalu berat, mungkin dengan usahamu sendiri Anda bisa mengatasinya. Tetapi bila sudah cukup parah Anda tidak bisa mengatasi ketagihan ini tanpa bantuan orang lain dan program khusus untuk mereka yang kecanduan. Dari ungkapanmu bahwa kamu sudah berusaha sekuat tenaga menghindari obat terlarang tetapi belum berhasil, maka Anda dalam keadaan yang serius.

Berbagai sumber dan kesaksian para pencandu yang telah sembuh dari belenggu obat ini mengatakan, pada awalnya mereka hanyalah sekedar ingin coba-coba. Tapi karena merasa mendapat kenikmatan, lalu mereka terjerat dan terbelunggu menjadi pecandu. Mereka baru sadar setelah mereka tidak mampu melepaskan diri dan merasa hidup mereka telah hancur.

Kesadaran Anda untuk mempunyai masa depan yang baik adalah modal dasar atau motivasi yang kuat bagi Anda yang mau lepas dari ikatan ini. Pegang keinginan ini sebagai langkah awal usahamu.

Romo tidak ingin menambah kebingunganmu. Tetapi romo mau mengatakan kebenaran fakta bahwa kecanduan obat-obatan terlarang ini masalah yang sangat serius, kompleks dan pengaruhnya multi dimensi. Ini tidak sama dengan orang yang ingin berhenti merokok. Kalau ada niat kuat, orang bisa menghentikan ketagihan merokok dengan usaha sendiri.

Karena masalahmu ini menyangkut masalah yang multi dimensional, maka perlu pendekatan yang multi dimensional dan perawatan yang sangat serius. Usaha-usaha yang dijalankan untuk mengembalikan orang-orang yang telah kecanduan kepada hidup normal terpaket dalam program yang sangat berkaitan satu sama lain. Program itu antara lain lewat konseling serius dengan spesialis, terapi perubahan tingkah laku, lewat pertemuan group (kelompok) dengan program yang pasti, lewat dukungan dalam kelompok pasangan dan sharing bersama serta obat-obat pembantu. Orang yang terlibat dalam penanganan masalah ini tidak hanya satu orang, tetapi sebuah team yang terdiri dari konselor, spesialis, dokter, pastor-religius, psikolog dan orang yang telah sembuh dari ikatan obat ini.

Menyadari seriusnya masalah ini, maka beberapa langkah berikut ini kiranya dapat menjadi bantuan bagi Anda untuk memulai proses menyembuhkan diri Anda.

Pertama, Anda harus berani mengatakan kepada orang tua mengenai diri Anda yang sebenarnya. Ini tidak gampang, apalagi di mata orang tua Anda adalah anak yang ganteng dan simpatik. Tetapi Anda harus berani menanggung resiko yang paling pahit. Pasti mereka tidak akan percaya. Orang tua bisa jadi marah-marah, kecewa dan shock.

Kedua, kemungkinan ini sedikit banyak bisa dihindari. Romo anjurkan agar Anda berbicara kepada romo parokimu atau siapa pun orang yang kamu percayai. Bila kamu tidak berani berbicara kepada orang tuamu, ajak mereka menyertaimu berbicara.

Ketiga, Anda harus menerima kenyataan bahwa masalah ini serius, maka dibutuhkan penanganan yang serius. Tetapi juga jangan merasa malu dan gengsi, dan berusaha menutupi kenyataan yang sebenarnya. Ini serius. Anda sendiri tidak bisa menyembuhkan dirimu tanpa bantuan orang atau institusi yang menangani hal ini.

Keempat, Anda harus rela menjalani proses serius dan ikut dalam program yang ditawarkan oleh institusi penanganan masalah ini.

Kelima, jangan tunda-tunda waktu, sembuhkan dirimu. Anda masih muda, masa depanmu masih panjang. Lepaskan ikatanmu dari lingkungan dan teman-temanmu yang menggunakan obat-obat terlarang ini.

Akhirnya, romo hanya bisa menyertaimu dalam doa. Ingat Tuhan dalam proses ini. Anda telah menjadi korban dari obat maut. Coba lepaskan diri dari depresi yang berat itu. Selamat berusaha dan tanamkan kuat-kuat dalam hatimu bahwa tiada orang lain yang bisa menyembuhkan dirimu dari ketagihan obat ini kecuali Anda sendiri. Selamat berjuang dan semoga berhasil.

Untuk keluarga-keluarga atau pribadi, Anda dapat melanjutkan refleksi Anda dengan pertanyaan-pertanyaan berikut ini.

Pertama, sebagai orang tua, apa reaksi Anda ketika pertama kali mendengar bahwa salah seorang anak Anda terjerumus ke dalam obat-obatan terlarang?

Kedua, mengapa Anda bereaksi seperti itu?

Ketiga, andaikan Anda adalah saudara atau saudari anak yang ketagihan obat-obatan terlarang itu, bagaimana sikap Anda terhadapnya?

Keempat, langkah-langkah apa yang akan Anda buat untuk menyelamatkan anggota keluarga Anda yang ketagihan obat-obatan terlarang itu? **

V. Teja Anthara SCJ

Leave a Reply

Your email address will not be published.