Banyak orang yang memusatkan perhatian untuk mengejar kekayaan akhirnya terpuruk hidupnya. Bukan kebahagiaan yang mereka temukan, tetapi stress yang berlarut-larut.
Ada pepatah mengatakan bahwa Money cannot buy happiness. Duit tidak bisa membeli kebahagiaan. Pepatah ini terbukti dari pernyataan dua miliarder asal China dan Inggris, Jack Ma dan John Caudwell. Dua orang itu tegas mengatakan kekayaan yang mereka punyai tidak membuat mereka bahagia.
Mereka mengatakan bahwa kekayaan itu membuat hidup mereka tidak tenang. Pasalnya, mereka selalu dirundung kekuatiran akan bangkrut. Jadilah mereka hidup dengan penuh tekanan untuk mempertahankan kekayaan. Mereka sadar bahwa banyak orang mendekati mereka karena kekayaan, bukan pribadi mereka. Stres bertambah karena mereka mikir, apa jadinya kalau kekayaan ini hilang?

Hidup Ugahari
Banyak orang mengandalkan kekayaan sebagai daya pijak untuk meraih kebahagiaan hidup. Namun mereka kemudian terjebak dalam upaya untuk mengamankan diri demi kekayaan yang mereka miliki. Mereka mengeluarkan banyak biaya untuk keamanan diri mereka.
Kisah di atas mengingatkan kita bahwa yang semestinya kita kejar adalah nilai-nilai kehidupan yang memberi kebahagiaan bagi kita. Jack Ma dan John Caudwell telah berjuang meraih kekayaan bagi jaminan hidup mereka. Namun ternyata mereka mengalami ketidakamanan dalam hidup. Kekayaan justru mendikte hidup mereka. Mereka memiliki banyak relasi karena kekayaan yang mereka miliki.
Tentu saja kekayaan boleh dimiliki oleh setiap orang. Namun orang mesti menyadari bahwa kekayaan merupakan sarana mengalami hidup yang bahagia dan sukacita. Kekayaan tidak menjadi tujuan hidup manusia. Ketika orang menganggapnya sebagai tujuan hidup, orang tidak akan menemukan kebahagiaan dalam hidup.
Mari kita gunakan kekayaan sebagai sarana untuk meraih kebahagiaan hidup. Selalu semangat. Salam sehat. Tuhan memberkati. **
Frans de Sales SCJ
