Berjuang Melawan Stagnasi Kehidupan

Melepaskan diri dari stagnasi kehidupan membutuhkan suatu perjuangan ekstra penuh pengharapan

Ada seorang gadis yang dianggap sangat manja. Setelah lulus dari perguruan tinggi, dia tidak mau bekerja. Dia hanya mau tinggal di rumah. Dia hanya mau berdandan. Padahal orangtuanya mengharapkan dia memiliki karir yang cemerlang. Apalagi menurut banyak orang, otak gadis itu sangat encer.

Anehnya, selama masih studi di perguruan tinggi, dia menjadi inspirasi bagi begitu banyak mahasiswa di kampusnya. Dia sangat aktif dalam organisasi kemahasiswaan. Dia memiliki indeks prestasi yang tinggi. Banyak mahasiswa yang mengagumi dirinya. Mereka sering mengajaknya untuk kerja kelompok dan diskusi.

Suatu hari, sang ayah berkata, “Kamu harus membangun karir, nak. Masa depan yang lebih baik bagimu tidak tiba-tiba datang. Jadi jangan hanya bermalas-malasan.”

Stagnant | Foto: https://bottomline-growth.com/

Bangkit dan Bergerak

Banyak orang mengalami semacam stagnasi dalam hidup. Orang telah berjuang mati-matian untuk meraih cita-cita, namun setelah cita-cita itu diraih mereka berhenti di tempat. Seolah-olah tidak ada gerak untuk maju. Seolah-olah ada sesuatu yang mengikat diri mereka.

Kisah di atas memberi kita inspirasi untuk senantiasa berjuang dalam hidup ini. Gadis itu mengalami stagnasi dalam hidupnya. Dia tidak tahu harus mau buat apa. Padahal dia memiliki kapasitas yang mumpuni. Semestinya dia tetap memelihara semangatnya untuk membangun karier yang cemerlang.

Untuk itu, yang dibutuhkan dari kita adalah kewaspadaan untuk menjalani hidup ini. Artinya, kita senantiasa siap sedia untuk menghadapi berbagai situasi hidup. Kita tidak berhenti di tempat, ketika masalah menghadang hidup ini. Kita mesti mencari jalan keluar yang baik dan benar untuk membangun hidup yang lebih baik.

Orang beriman menyerahkan hidup kepada penyelenggaraan Tuhan. Orang beriman senantiasa memupuk harapan untuk senantiasa bangkit ketika terjadi stagnasi dalam hidupnya. Selalu semangat. Salam sehat. Tuhan memberkati. **

Frans de Sales SCJ

Leave a Reply

Your email address will not be published.