Pasukan paramiliter mengklaim menguasai istana kepresidenan dan bandara di Khartoum saat pertempuran pecah di Sudan. Pertempuran sengit antara tentara dan paramiliter pecah di Khartoum, ibu kota Sudan.
Penembakan dan ledakan terdengar di ibu kota Sudan setelah berhari-hari ketegangan antara pasukan paramiliter dan tentara nasional. Layanan kawat melaporkan bahwa tembakan terdengar di dekat markas tentara di pusat kota.
Meski belum dikonfirmasi, Pasukan Pendukung Cepat (RSF) paramiliter mengklaim memiliki kendali atas bandara utama dan istana presiden. Duta Besar AS terpaksa berlindung saat tembakan keras terdengar di seluruh kota. Pada saat yang sama, kedutaan Inggris juga memperingatkan warga negara untuk tetap tinggal di dalam rumah.

Transisi ke Pemerintahan Sipil
Sengketa tersebut menyangkut usulan transisi ke pemerintahan sipil. Petinggi militer telah mengatur negara, melalui apa yang disebut Dewan Berdaulat sejak kudeta pada 2021.
Langkah yang diproyeksikan ke pemerintahan yang dipimpin sipil telah kandas pada jadwal untuk memasukkan RSF ke dalam tentara nasional. RSF ingin menundanya selama satu dekade lagi, tetapi tentara bersikeras itu harus dilakukan dalam 24 bulan ke depan.
Kudeta mengakhiri periode lebih dari dua tahun ketika para pemimpin militer dan sipil berbagi kekuasaan. Kesepakatan itu datang setelah Presiden Sudan lama Omar al-Bashir digulingkan. **
Nathan Morley (Vatican News)
