Keterbasan Membantu Kita Terbuka terhadap Rahmat Tuhan

Keterbatasan hidup kita mesti memberi kekuatan bagi kita untuk terbuka terhadap rahmat dan kebaikan Tuhan. Ada seorang bernama Simon Magus yang menyatakan diri sebagai Dewa Tertinggi. Dia dikenal sebagai seorang penyihir dari Samaria. Ajarannya menyesatkan banyak orang. Dia menantang orang-orang untuk menguburnya hidup-hidup, sebab dia berjanji akan bangkit pada hari yang ketiga.

Simon juga muncul sebagai penyihir tangguh dengan kemampuan melayang dan terbang sesuka hati. Dia kadang-kadang disebut sebagai “Orang Samaria yang Jahat” karena karakternya yang jahat. Namun kenyataannya, dia tidak bisa buat apa-apa menghadapi ajalnya. Seperti manusia lain, dia pun meninggal dunia dan dikuburkan. Dia tidak bangkit-bangkit lagi.

Simon Magus | Foto: https://catalog.obitel-minsk.com/

Sadar Diri

Dari zaman ke zaman muncul orang-orang yang menyatakan diri sebagai orang yang sakti. Mereka mengklaim diri sebagai orang-orang yang tidak dapat binasa. Mereka menyatakan diri sebagai orang-orang yang mampu hidup selama-lamanya. Namun kita menyaksikan bahwa hal itu tidak terjadi. Kesaktian itu lenyap bersama waktu.

Kisah di atas memberi kita inspirasi untuk menyadari diri bahwa kita manusia yang memiliki keterbatasan diri. Simon Magus merasa diri memiliki kesaktian. Dia boleh mempermainkan orang lain. Namun ternyata dia hanyalah manusia biasa yang suatu saat akan meninggalkan dunia ini. Dia tidak memiliki kekekalan.

Kita hidup, namun suatu saat kita akan meninggalkan dunia ini. Mengapa? Karena kita adalah makhluk yang terbatas. Kita bukan Tuhan yang hidup selama-lamanya. Kita memiliki batas waktu yang tidak kita tahu kapan kita akan meninggalkan dunia ini. Karena itu, kita mesti membangun kerendahan hati. Kita tidak boleh menyombongkan diri, ketika kita memiliki kelebihan tertentu.

Orang beriman senantiasa tahu diri bahwa keterbatasan dirinya mampu membuka diri bagi rahmat dan kebaikan Tuhan. Mari kita senantiasa membuka diri bagi kuasa Tuhan, agar hidup kita berguna bagi sesama kita. Selalu semangat. Salam sehat. Tuhan memberkati. **

Frans de Sales SCJ

Leave a Reply

Your email address will not be published.