Rahmat Perutusan Kaum Muda

Minggu (30/04) lalu menjadi hari spesial bagi para Remaka (Remaja Katolik) di Paroki Santo Fransiscus de Sales (Sanfrades). Hari itu, mereka semua berkumpul bersama untuk mengikuti Aksi Panggilan. Kegiatan ini diadakan dalam rangka merayakan Hari Minggu Doa Panggilan Sedunia yang ke-60. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Seksi Panggilan, Seksi Pewartaan dan Seksi Liturgi Paroki Sanfrades ini mengundang suster-suster novisiat Charitas dan para seminaris.

Rm Yoseph Sutrisno Amirullah SCJ, pastor Paroki Sanfrades, membuka acara dengan menyapa dan bermain bersama anak-anak yang hadir. Kegiatan yang dilaksanakan di balai paroki dari pukul 10.00 -12.30 ini berlangsung meriah. Sekitar 128 remaja Sanfrades hadir dalam kegiatan Aksi Panggilan ini. Adapun tema yang diusung sama dengan tema hari Minggu Doa Panggilan Sedunia, yaitu Panggilan: Rahmat dan Perutusan. Aksi Panggilan ini menjadi salah satu cara untuk menumbuhkan panggilan dalam diri anak-anak remaja sekarang ini.

“Tuaian memang banyak tetapi pekerjanya sedikit. Jadi kita bekerja sama semua pihak untuk mendapatkan ‘pekerja’ itu. Sehingga tuaian-tuaian bisa terakomodir,” jelas Pak Gabriel yang menjadi penanggung jawab acara dari Seksi Panggilan Paroki Sanfrades.

Gabriel juga mengungkapkan rasa syukurnya atas suksesnya acara ini. “Syukur sih kita bisa mengadakan kerjasama yang baik. Dari DPP, Romo Paroki, anak-anak Remaka dengan para suster dan seminaris. Karena walaupun kegiatan ini terlalu mepet rencananya, tapi sukseslah buat saya,” tambah pria berdarah Flores ini.

Hari Minggu Panggilan | Foto: Komsos Paroki Sanfrades

Tidak hanya diisi dengan dinamika dan permainan kelompok saja, tapi mereka (Remaka) yang hadir juga diajak untuk menonton video perkenalan dari Kongregasi Suster-suster Charitas dan Seminari Menengah Santo Paulus Palembang. Musik dari balai paroki siang itu meramaikan gereja dan lingkungan di sekitarnya.

“Menurut saya kegiatan tadi seru, asyik. Karena kan ini minggu panggilan dan yang mengisi acara dari suster dan seminaris, jadinya seru,” tutur salah seorang peserta saat ditanya mengenai kesan selama mengikuti kegiatan Aksi Panggilan ini.

Tak hanya dari peserta saja, sukacita acara panggilan ini juga dirasakan oleh para seminaris yang mengisi acara. “Pastinya membawa kebahagiaan ya. Karena acara ini sendiri berlangsung memang tidak setiap waktu,” kata Angga, salah seorang seminaris.

Angga mengatakan bahwa kegiatan ini adalah momen yang tepat untuk membuat banyak anak-anak zaman sekarang lebih mendalami apa itu hidup selibat. Angga mewakili para seminaris, mengajak kita semua, anak-anak dan remaja saat ini, untuk berani menjawab panggilan Tuhan.

“Semakin ke depan, kebutuhan imam atau biarawati semakin banyak. Karena itu, kita harus mau dan percaya bahwa diri kita bisa menjawab panggilan Tuhan untuk kebutuhan Gereja masa depan.” **

Imaculatta Silky

Leave a Reply

Your email address will not be published.