Tidak Ada Pembicaraan Damai, Kekerasan Berlanjut di Sudan

Perwakilan dari tentara Sudan yang bertikai telah berada di Arab Saudi untuk pembicaraan tatap muka pertama mereka. Apa yang disebut pembicaraan pra-negosiasi antara tentara Sudan dan Pasukan Dukungan Cepat (RSF) paramiliter ini dijadwalkan dibuka pada Sabtu di Jeddah. Sejauh ini belum ada kabar perkembangannya.

Pernyataan dari sponsor, Arab Saudi dan Amerika Serikat, mendesak kedua belah pihak untuk mempertimbangkan kepentingan bangsa Sudan dan rakyatnya dan secara aktif terlibat dalam pembicaraan menuju gencatan senjata dan mengakhiri konflik.

Inilah yang tersisa dari pom bensin yang dijarah di Khartoum selatan (AFP atau pemberi lisensi)

Kedua belah pihak dipahami sedang mendiskusikan gencatan senjata kemanusiaan tetapi bukan untuk mengakhiri pertempuran. Secara terpisah, mobil Duta Besar Turki diserang pada hari Sabtu (6/5). Tentara Sudan dan RSF bertukar tuduhan atas insiden tersebut.

Negara itu telah mengalami bentrokan bersenjata mematikan antara tentara Sudan dan RSF di Khartoum dan daerah lain sejak pertengahan April, dengan kedua belah pihak saling menuduh memulai konflik. Kementerian Kesehatan mengatakan sejauh ini kekerasan telah menyebabkan 550 orang tewas dan 4.900 lainnya luka-luka. **

Nathan Morley (Vatican News)

Leave a Reply

Your email address will not be published.