Memerangi Kelaparan dengan Kerja Keras

Pemenuhan kebutuhan lapar akan melahirkan zero hunger generation. Namun yang dibutuhkan adalah bekerja keras dengan cara mengefektifkan lahan-lahan kosong.

Siang itu, seorang pengemis menadahkan tangan di pintu rumah seorang kaya. Dia pun mendapatkan sebungkus nasi dan segepok uang. Pengemis itu mengucapkan terima kasih dan pergi dengan penuh senyum. Dia menikmati nasi bungkus itu dengan lahap di bawah pohon yang rindang.

Dia bersyukur ada orang yang masih baik terhadap dirinya. Dia tidak hanya diberi makanan, tetapi juga uang segepok berjumlah dua juta rupiah. Baginya, uang itu menjadi bekal hidupnya untuk tiga bulan mendatang. Namun dia tidak berhenti untuk meminta-minta. Mengapa? Karena dia tidak punya pekerjaan. Dia masih butuh makanan untuk melanjutkan perjalanan hidupnya di dunia ini.

Dia berkata, “Saya bersyukur atas pemberian hari ini. Saya merasakan kebaikan Tuhan melalui orang kaya itu. Tetapi saya tidak berhenti meminta-minta, karena belum tentu semua orang kaya mau melepaskan sedikit dari kekayaannya.”

Kerja keras | Foto: pexels.com

Semangat Peduli

Masalah pangan merupakan salah satu tantangan besar yang dihadapi oleh banyak orang. Bahkan ada Negara yang mengalami kekurangan pangan. Akibatnya, rakyatnya memberontak. Rakyatnya menuntut para pemimpinnya mundur dari kekuasaan mereka.

Kisah di atas memberi kita inspirasi untuk terus-menerus memperjuangkan hidup kita. Pengemis itu merasa besyukur atas kebaikan dari orang kaya itu. Ternyata tidak semua orang kaya itu pelit. Ada orang kaya yang mau peduli terhadap dirinya. Dia punya keyakinan bahwa hidupnya akan terus berlangsung, kalau dia mendapatkan makanan yang secukupnya.

Beberapa sumber mengatakan bahwa setidaknya ada sekitar 800 juta jiwa yang mengalami kelaparan kronis di dunia dewasa ini. Mereka kekurangan makanan, sehingga mereka bertumbuh secara tidak sehat. Kekurangan pangan juga menyebabkan kurangnya pertumbuhan dalam hal-hal kejiwaan. Mereka mudah marah dan emosi. Akibatnya, terjadi berbagai kekacauan dalam hidup bersama.

Apa yang mesti kita buat untuk menyediakan pangan yang memadai bagi hidup? Yang mesti dibuat adalah mengefektifkan lahan-lahan kosong. Lahan-lahan itu diberdayakan dengan menanam tanaman yang dapat menghasilkan pangan bagi kehidupan. Tidak mudah, tetapi orang mesti berani mencoba. Selalu semangat. Salam sehat. Tuhan memberkati. **

Frans de Sales SCJ

Leave a Reply

Your email address will not be published.