“Every saint has a past, every sinner has a future” – Oscar Wilde

Menikmati pantulan indah sinar matahari pagi gunung Dempo. Sejuknya udara pagi sembari menyeruput kopi. Membuat hati melantumkan syukur pada Sang Ilahi. Kabut tipis mulai menyelimuti, meski ibukota propinsi masih berjibaku dengan asap imbas dari tangan tak tau diri. Itulah hidup.
Ada kalanya kita bisa menikmati, adakalanya bisa memaknai. Adakalanya kepahitan menghampiri. Pahit kadang nikmat, seperti segelas kopi. Meski pahit tapi sensasi manis menyelimuti.
Ada kalanya kita harus ikhlas kehilangan dan melepaskan. Kahilangan harta, relasi, sahabat, orang yang kita kasihi. Hidup terus berjalan. Waktu terus berputar. Kadang kita tak sadar tangan Tuhan senantiasa bekerja. Hal baru selalu Tuhan sediakan. Satu kata SYUKUR. Syukur selalu bikin hidup bahagia. Karena bahagia belum tentu ada syukur.
Buku yang paling mahal adalah buku kehidupan. Setiap dari kita adalah pengarang. Lembar demi lembar kita goreskan tulisan. Tak ada yang dikarang, tapi semua fakta dan nyata. Tak bisa copy paste, reply, atau delete. Yang bisa adalah lembaran penyesalan dan pertobatan.
Every saint has a past, every sinner has a future – semua orang suci punya masa lalu, tapi orang jahat pun punya harapan masa depan. Sebelum semua terlambat, gunakan kesempatan yang Tuhan berikan dengan hidup baik, benar dan bersinar. Deo gratias.
**Edo/ Rio SCJ
