Pelatihan Manajemen Media Signis Regio Sumatera, Ada Apa Sih?

Pelatihan Signis Regio Sumatera bertema manajemen media cetak dan online dibuka pada Selasa, (07/11) di Puri Dharma Katedral Keuskupan Padang, Sumatera Barat. Pertemuan ini diikuti sekitar 34 orang. Mereka berasal dari 6 keuskupan di Regio Sumatera. Pelatihan ini, merupakan hasil rekomendasi dari pertemuan Signis Indonesia di Toraja, Mei lalu.

Kiri ke kanan Romo Frans de Sales SCJ, Hasiholan Siagian, dan Bernadetta Widiandajani | Foto: KOMSOS KAPal

“Jadi awalnya itu kita mau konvergensi media. Di Sumatera, ada keuskupan-keuskupan yang baru mau memulai media online (e-news). Ada juga yang baru mau memulai media cetak. Ada juga yang sudah berjalan, media cetak dan online,” jelas RD Marihot Simanjuntak, ketua SIGNIS Regio Sumatera, tentang alasan rekomendasi tema pelatihan ini.

Pelatihan yang rencananya berlangsung tiga hari ini, menghadirkan beberapa narasumber. Ketiganya ini dipandang dapat memberikan input yang berguna bagi perkembangan media cetak maupun online.

“HIDUP Katolik menjadi wajah media Katolik. Maka kita menghadirkan Bapak Sihol. Kita juga akan belajar media di tingkat Asia dari Ibu Widi dan dari Romo Frans kita akan belajar bagaimana membuat karya jurnalistik,” jelas RD Marihot, yang juga ketua Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Medan ini.

Mengapa media jurnalistik tulis, cetak dan online begitu urgent? Menurut RD Marihot, sebenarnya ilmu dasar dari pembuatan konten-konten di berbagai media adalah jurnalistik.

RD Marihot Simanjuntak, ketua SIGNIS Regio Sumatera | Foto: KOMSOS KAPal

“Kalau kita sudah punya sumber daya manusia yang mumpuni dalam ilmu jurnalistik, maka akan sangat membantu kita dalam membuat konten-konten lain (selain jurnalistik tulis).”

Setelah Misa pembukaan Selasa malam, Ibu Bernadetta Widiandajani, wakil presiden SIGNIS Indonesia memaparkan hasil survey potret majalah yang ada di Keuskupan-keuskupan Sumatera. Rabu (08/11), peserta yang merupakan anggota SIGNIS Indonesia ini akan mendalami manajemen media terkait keredaksian, bisnis dan marketing, membuat konten yang marketable, networking dan rencana tindak lanjut dalam komisi masing-masing keuskupan.

SIGNIS merupakan satu-satunya asosiasi media Katolik professional yang diakui oleh Takhta Suci Vatikan. Tentang jurnalistik, baik cetak maupun digital, kata Ibu Widi, merupakan salah satu desk (bagian kerja) SIGNIS dunia.

“Lalu, badan pengurus SIGNIS Indonesia berpikir bagaimana kalau kita belajar bersama tentang digital itu. Boleh manajemen. Kita berpikir, (pelatihannya) antarregio, terutama melibatkan orang muda. Maka begitu (anggota SIGNIS) Regio Sumatera ingin mempelajari manajemen media cetak, tapi juga online, kita sangat mendukung,” jelasnya.

Ibu Widi berharap output dari pelatihan ini, anggota SIGNIS Regio Sumatera bisa menentukan jenis karya yang akan menjadi concern.

“Harapannya kita menentukan, kita mau media cetak saja, media online saja, atau konvergensi antara keduanya. SIGNIS sangat concern untuk (media) digital, print, tapi juga orang muda.”

**Kristiana Rinawati

Leave a Reply

Your email address will not be published.