Paus Pecat Uskup Texas yang Konservatif dan Vokal setelah Penyelidikan

Paus Fransiskus telah mencopot seorang uskup Texas dari jabatannya setelah penyelidikan diperintahkan oleh Vatikan.

Paus mencopot Uskup Joseph E. Strickland dari pemerintahan pastoral Keuskupan Tyler, Texas, setelah kunjungan apostolik yang dilakukan oleh dua uskup, menurut pernyataan dari Kardinal Daniel Nicholas DiNardo, Uskup Agung Metropolitan Galveston-Houston.

Vatikan mengkonfirmasi keputusan tersebut dalam siaran persnya pada Sabtu (11/11).

Pemecatan Strickland menyusul penyelidikan yang diperintahkan oleh Vatikan terhadap “semua aspek pemerintahan dan kepemimpinan Keuskupan Tyler,” kata DiNardo.

Kunjungan tersebut diperintahkan oleh Paus dan dipimpin oleh Uskup Dennis Sullivan dari Camden, dan Uskup Emeritus Gerald Kicanas dari Tucson, menurut pernyataan itu.

Paus Fransiskus mencopot Uskup Joseph E. Strickland dari jabatannya setelah uskup tersebut diminta mengundurkan diri dan menolak melakukannya.

Strickland telah menjadi kritikus vokal terhadap Paus Fransiskus, menantang kepemimpinannya melalui media sosial dan bahkan menantang Paus Fransiskus untuk memecatnya saat wawancara pada tahun 2020, menurut National Catholic Reporter. Strickland juga menggunakan media sosial untuk mengunggah pesan anti-vaksin selama pandemi COVID-19 dan menyebut Presiden Joe Biden sebagai “presiden yang jahat” karena dukungannya terhadap hak aborsi, lapor outlet tersebut.

CNN sebelumnya melaporkan bahwa Strickland sangat gelisah atas kemenangan Biden pada tahun 2020, sehingga ketika Konferensi Waligereja Katolik AS mengeluarkan pernyataan ucapan selamat atas kemenangannya, ia men-tweet,

“Awan gelap telah turun ke atas bangsa ini ketika USCCB dan Planned Parenthood berbicara secara serempak mendukung pemerintahan Biden-Harris yang mendukung pembantaian orang tak berdosa melalui aborsi selama 9 bulan kehamilan.”

Strickland diminta mengundurkan diri dari jabatannya pada Kamis (9/11) tetapi menolak melakukannya, menurut pernyataan DiNardo.

Temuan yang diperoleh selama penyelidikan belum dipublikasikan, tetapi DiNardo mencatat dalam pernyataannya bahwa “tidak mungkin” bagi Strickland untuk tetap pada posisinya di Tyler.

“Rekomendasi telah diberikan kepada Bapa Suci bahwa kelanjutan jabatan Uskup Strickland tidak mungkin dilakukan,” bunyi pernyataan itu.

“Setelah berbulan-bulan pertimbangan yang cermat oleh Dikasteri Para Uskup dan Bapa Suci, diambil keputusan bahwa pengunduran diri Uskup Strickland harus diminta. Setelah menerima permintaan tersebut pada tanggal 9 November 2023, Uskup Strickland menolak untuk mengundurkan diri dari jabatannya.”

“Setelah itu, pada 11 November 2023, Bapa Suci mencopot Uskup Strickland dari jabatan Uskup Tyler,” tambahnya.

Keuskupan Katolik Tyler juga mengumumkan keputusan tersebut pada Sabtu pagi di situs webnya.

“Selama masa transisi ini, kami berdoa agar Tuhan terus memberkati dan memperkuat Gereja serta umat Tuhan yang kudus dan setia di sini dan di seluruh dunia,” tulis keuskupan tersebut.

Uskup Joe Vásquez dari Austin telah ditunjuk sebagai “administrator apostolik” Keuskupan Tyler, menurut pernyataan Keuskupan Agung yang mengumumkan pemecatan Strickland.

CNN belum dapat menghubungi Strickland untuk memberikan komentar. **

Raja Razek (CNN)

Leave a Reply

Your email address will not be published.