Pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 di Italia selatan, Paus Fransiskus mengadakan pertemuan tatap muka dengan para pemimpin AS, Ukraina, India, Kenya, Prancis, Turki, Kanada, dan Brasil.

Pada Jumat sore, Paus Fransiskus menjadi Paus pertama yang berpidato di KTT G7. Sebelum dan sesudah pidatonya, ia mengadakan sejumlah pertemuan bilateral dengan para pemimpin dunia.
Sebelum berbicara, ia mengadakan pertemuan pertama dengan Kristalina Georgieva, Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional; Volodymyr Zelenskyy, Presiden Ukraina; Emmanuel Macron, Presiden Perancis; dan Justin Trudeau, Perdana Menteri Kanada.
Setelah pidatonya, Paus meluangkan waktu beberapa jam untuk mendengarkan intervensi dari para pemimpin dunia lainnya. Dia kemudian berbicara dengan William Samoei Ruto, Presiden Kenya; Narendra Modi, Perdana Menteri India; Joseph Biden, Presiden Amerika Serikat; Luiz Inácio Lula da Silva, Presiden Brasil, dan Recep Tayyip Erdoğan, Presiden Türkiye.
G7: Fokus pada Afrika
KTT G7, yang berakhir pada hari Sabtu, tidak hanya berfokus pada Afrika dan pembangunan ekonomi, tetapi juga membahas perang di Timur Tengah dan isu-isu terkait migrasi.
Mengapa Paus Ada di G7?
G7 mencakup Italia, yang saat ini menjabat sebagai presiden, serta Amerika Serikat, Kanada, Jepang, Inggris, Prancis, dan Jerman. Presiden Komisi Eropa yang akan mengakhiri masa jabatannya, Ursula von der Leyen, juga hadir. Tahta Suci bukan anggota G7, namun Paus Fransiskus diundang oleh Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni.
Pidato Paus, yang dapat Anda baca di sini, adalah bagian dari sesi “Penjangkauan”, terbuka untuk anggota non-G7.
**Joseph Tulloch
Diterjemahkan dari: Pope Francis meets with world leaders at G7 summit
Baca juga: Paus Fransiskus: Penghakiman Tuhan akan Berpihak pada Orang Miskin
