Dilexit Nos, Gedung Pastoran Baru Paroki Tegalsari

“Saudara-saudari yang terkasih, dengan penuh sukacita kita berkumpul di sini untuk memberkati pastoran yang baru ini. Kita bersyukur kepada Tuhan bahwa selama proses pembangunan Tuhan selalu menyertai sehingga semuanya dapat berjalan dengan lancar. Pastoran ini menjadi tanda nyata bagaimana Allah hadir, menyertai, memberkati, mengasihi, dan menghimpun umat-Nya di Paroki Para Rasul Kudus ini.”

Demikian disampaikan oleh Uskup Emeritus Keuskupan Agung Palembang, Mgr. Aloysius Sudarso SCJ, dalam sambutannya pada Pemberkatan Pastoran Baru Paroki Para Rasul Kudus Tegalsari, Kamis (11/9/2025) kemarin. Bapa Uskup juga menegaskan bahwa gedung ini bukan sekadar bangunan, tetapi lambang persatuan dan tanda kasih Allah yang hidup.

Uskup Emeritus Keuskupan Agung Palembang, Mgr. Aloysius Sudarso SCJ memberikan sambutan dalam penyerahan gedung pastoran baru

Sementara itu, Yohanes Ngatman selaku Ketua Panitia Pembangunan dalam sambutannya menyampaikan kesaksian imannya tentang proses panjang dan dinamika yang dialami selama pembangunan. Ia menuturkan bahwa gagasan membangun pastoran baru sudah lama ada, gagasan ini lahir karena pastoran lama yang dibangun pada tahun 1989 kondisinya sudah tidak lagi memadai.

“Tahun lalu niat itu berkembang menjadi tekad dan dengan rahmat Tuhan, kami memulai pembangunan dengan peletakan batu pertama pada 7 Juni 2024. Kami memilih tema 5 Roti dan 2 Ikan karena yakin Tuhan akan melipatgandakan persembahan kecil kami menjadi berkat besar”, ungkapnya haru.

Yohanes Ngatman-Ketua Panitia Pembangunan

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa perjalanan pembangunan tidak lepas dari tantangan. Ia percaya, berkat penyertaan Tuhan yang hadir lewat kemurahan hati umat dan para donatur, akhirnya mereka mengalami mukjizat yang nyata. “Meski ada kendala, kami sungguh melihat kuasa Tuhan yang bekerja melalui banyak orang. Semoga gedung ini menjadi rumah yang memancarkan kemuliaan Tuhan, tempat imam beristirahat dan umat merasakan kasih Allah,” tegasnya penuh bahagia menyatu dengan tepuk tangan meriah seluruh umat, tanda rasa syukur bersama.

Gedung Dilexit Nos

Setelah sambutan, prosesi dilanjutkan dengan pengguntingan pita dan penyerahan kunci pastoran oleh Ketua Panitia Pembangunan kepada Mgr. Aloysius Sudarso SCJ. Selanjutnya Pastor Rafael Sudibyo SCJ menerima kunci tersebut sebagai ungkapan simbolis bahwa gedung pastoran yang diberi nama Dilexit Nos (Ia Mengasihi Kita) kini resmi menjadi rumah para imam dan pusat pastoral di paroki ini.

Nama ini diambil dari judul ensiklik keempat Paus Fransiskus yang dirilis pada 24 Oktober 2024 silam. Ensiklik ini berfokus pada kasih manusiawi dan ilahi dari Hati Kudus Yesus dan mengajak umat beriman untuk memperdalam devosi mereka kepada Hati Kudus Yesus sebagai sumber transformatif untuk spiritualitas pribadi dan misi Gereja di dunia yang semakin penuh tantangan ini. 

Usai acara penyerahan gedung pastoran baru dan penandatangan prasasti, kegiatan dilanjutkan dengan Perayaan Ekaristi syukur yang dipimpin oleh Uskup Emeritus Keuskupan Agung Palembang, Mgr. Aloysius Sudarso SCJ, didampingi sejumlah imam konselebran, yaitu Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Palembang, Pastor Yohanes Kristianto; Sekretaris Keuskupan Agung Palembang, Pastor Alexander Pambudi SCJ; Pastor Paroki Para Rasul Kudus Tegalsari Pastor Rafael Sudibyo SCJ; Pastor Rekan Paroki Tegalsari, Pastor F.X. Kusmaryadi SCJ; dan para imam dari Dekanat Belitang.

Dalam perayaan tersebut Bapa Uskup menegaskan kembali tentang tugas seorang gembala yaitu hidup di tengah masyarakat dan mengenal umatnya, serta berani berkurban demi kebaikannya sendiri maupun demi pelayanan di tengah umat. Ia juga berharap agar umat di paroki ini terus mewujudkan imannya dalam kehidupan yang nyata.

Mgr. Aloysius Sudarso SCJ memberikan pesan penutup dalam perayaan Ekaristi

“Saya ucapkan proficiat, semoga paroki ini yang telah melahirkan dua paroki baru, yaitu Paroki Kristus Raja Tugumulyo-OKI dan Binakarsa, meskipun pernah dianggap paling jauh di Keuskupan Agung Palembang, tetap menjadi pusat kerohanian, sekaligus mewujudkan iman dalam kehidupan nyata, dalam keluarga, masyarakat, dan bangsa”, ungkapnya.

**Fr. Bednadetus Aprilyanto

Foto: Komsos KAPal

Leave a Reply

Your email address will not be published.