Umat Paroki Tegalsari Punya Gedung Pastoran dan Pastor Paroki Baru

“Inilah rumah yang menjadi tempat pulang bagi para gembala”.

Demikian diungkapkan oleh Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Palembang, Pastor Yohanes Kristianto dalam homilinya pada Perayaan Ekaristi Pemberkatan Gedung Pastoran dan Pelantikan Pastor Paroki Baru di Paroki Para Rasul Kudus Tegalsari Belitang, pada Kamis (11/9/2025) kemarin.

Pastor Yohanes KristiantoVikaris Jenderal Keuskupan Agung Palembang

Uskup Emeritus Keuskupan Agung Palembang, Mgr. Aloysius Sudarso SCJ memimpin perayaan syukur ini didampingi sejumlah imam konselebran, yaitu Pastor Yohanes Kristianto; Sekretaris Keuskupan Agung Palembang, Pastor Alexander Pambudi SCJ; Pastor Paroki Para Rasul Kudus Tegalsari Pastor Rafael Sudibyo SCJ; Pastor Rekan Paroki Tegalsari, Pastor F.X. Kusmaryadi SCJ; dan para imam dari Dekanat Belitang.

Uskup Emeritus Keuskupan Agung Palembang, Mgr. Aloysius Sudarso SCJ memimpin perayaan syukur didampingi sejumlah imam konselebran

Lebih lanjut, Pastor Kristianto juga mengajak seluruh umat untuk merenungkan makna dari dua peristiwa istimewa yang dirayakan ini sebagai tanda kesetiaan Allah yang selalu menyertai perjalanan umat-Nya. Ia menjelaskan bahwa pastoran bukan hanya bangunan fisik, melainkan rumah rohani tempat doa, konsultasi, rekreasi, dan persaudaraan antara para imam bersama seluruh umat.

Imam diosesan yang pernah berkarya di Paroki St. Yoseph Palembang ini juga menyoroti pentingnya iman yang mempersatukan umat dalam proses pembangunan. Menurutnya, tema 5 Roti dan 2 Ikan yang diusung selama proses pembangunan menjadi lambang keterbatasan manusia yang dijawab dengan kemurahan hati Allah. Kendati mengalami kondisi yang sulit dan terbatas, akhirnya dengan aneka bentuk pengorbanan, iman, dan dukungan banyak pihak, berdirilah pastoran yang dirindukan. Berbagai persembahan yang diberikan itu lahir dari iman yang mendalam. “Mukjizat itu nyata, bukan kebetulan. Tuhan bekerja melalui pribadi-pribadi yang berbelas kasih”, tegasnya.

Ia pun menambahkan bahwa, “Iman, pengorbanan, dan syukur itulah buah rohani dari bangunan ini. Pastoran ini berdiri karena semangat kebersamaan yang indah”.

Pastor Paroki Baru

Dalam kesempatan yang istimewa ini, Pastor Kristianto secara khusus juga menyapa Pastor Rafael Sudibyo SCJ yang baru saja dilantik sebagai Pastor Paroki. Ia mengungkapkan bahwa panggilan pelayanan bukan soal kesempurnaan, melainkan kesediaan untuk memberi diri. “Yesus berkata kepada para murid, ‘Kamu harus memberi mereka makan.’ Demikian juga Romo Dibyo dipanggil untuk memberi makan rohani umat di Tegalsari. Tuhan tidak menuntut kesempurnaan, tetapi kerelaan untuk melayani sepenuh hati”, ungkapnya.

Pastor Rafael Sudibyo SCJ dilantik sebagai Pastor Kepala Paroki Para Rasul Kudus Tegalsari
Serah terima pastor paroki lama ke pastor paroki baru

Penuh Syukur

Perayaan penuh syukur hari ini dirangkai dengan Pemberkatan Gedung Pastoran Baru yang diberi nama Dilexit Nos (Ia Mengasihi Kita). Nama ini diambil dari judul ensiklik keempat Paus Fransiskus yang dirilis pada 24 Oktober 2024 silam. Ensiklik ini berfokus pada kasih manusiawi dan ilahi dari Hati Kudus Yesus dan mengajak umat beriman untuk memperdalam devosi mereka kepada Hati Kudus Yesus sebagai sumber transformatif untuk spiritualitas pribadi dan misi Gereja di dunia yang semakin penuh tantangan ini.  Suasana syukur menjadi semakin istimewa dengan hadirnya para imam yang pernah berkarya di paroki ini, antara lain Pastor Yohanes Avila Suryo SCJ, Pastor Pius Pujo SCJ, Pastor Andreas Suparman SCJ dan Pastor Y.A.M Frido SCJ.

**Fr. Bednadetus Aprilyanto

Foto: Komsos KAPal

Leave a Reply

Your email address will not be published.