“Pada hari ini juga kita akan mengadakan pelantikan pengurus Dewan Pastoral Paroki Santa Maria Ratu Rosari untuk masa bakti 2025–2028. Mari kita bersatu hati, bersinergi untuk kepentingan paroki ini, agar paroki ini menjadi wajah Gereja yang dikenal oleh masyarakat sekitar”.
Hal ini disampaikan oleh Vikaris Jenderal (Vikjen) Keuskupan Agung Palembang, Pastor Yohanes Kristianto, dalam pengantarnya saat memimpin Perayaan Ekaristi Pelantikan Dewan Pastoral Paroki (DPP) di Gereja Santa Maria Ratu Rosario Seberang Ulu, Palembang, Minggu (14/9/2025). Hadir sebagai konselebran dalam Perayaan Ekaristi yang bertepatan dengan Pesta Pemuliaan Salib Suci ini, yaitu Sekretaris Keuskupan Agung Palembang, Pastor Alexander Pambudi SCJ dan Pastor Paroki Santa Maria Ratu Rosario, Pastor Anastasius Yohanes Rettob MSC.

Dalam homilinya, Pastor Kristianto menekankan bahwa bagi orang kristiani salib merupakan tanda istimewa yang kaya makna. Di dalamnya ada misteri keselamatan Allah yang sungguh mengasihi manusia dengan mengutus Putra-Nya Yesus Kristus. Salib yang sering dianggap hina oleh dunia, justru menjadi lambang kasih Allah yang menyelamatkan bagi orang beriman.
“Kita mengimani bahwa yang disalib itu bukan penjahat, melainkan Yesus, Allah yang hadir dengan kasih yang sangat besar dalam PutraNya. Begitu besar kasih Allah kepada kita sampai Dia menyerahkan Putra-Nya sendiri. Di dalam Yesus ada kasih Allah yang begitu besar yang menjadi sumber keselamatan bagi kita”, ungkapnya.

Pastor Yohanes Kristianto
Di hadapan umat yang hadir, imam yang pernah berkarya di Paroki St. Petrus dan Paulus Baturaja ini juga berkisah tentang pengalaman umat di Stasi Muara Dua Paroki Sang Penebus Batuputih yang harus merelakan simbol salib di atas atap gereja dibongkar. “Meskipun dengan kesedihan, bahkan tangisan, umat harus menerima kenyataan itu. Namun, apakah iman mereka rusak? Ternyata tidak. Iman umat justru semakin solid, semakin kompak,” jelasnya.
Dalam kesempatan Secara khusus ia juga menyapa pengurus DPP yang baru dan menyampaikan harapannya. “Mudah-mudahan tugas ini tidak dianggap sebagai sebuah salib atau beban, tetapi sebuah panggilan untuk memberikan diri secara utuh bagi pertumbuhan Gereja ini. Dengan demikian, pelayanan yang dijalankan hendaknya bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan wujud nyata kasih yang mengalir dari salib Kristus”.
Usai homili, perayaan dilanjutkan dengan upacara pelantikan DPP yang ditandai dengan pengucapan janji, penandatanganan berita acara serah terima jabatan dari Ketua DPP lama, Alphonsus Supardi, kepada Ketua DPP baru, Antonius Johan Gunady Ony.

Dalam sambutannya, Supardi menyampaikan terima kasih atas dukungan para pastor dan seluruh umat selama masa kepengurusannya. Hal senada juga disampaikan oleh Ketua DPP yang baru. Seraya bersyukur dan berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan, dalam sambutannya Johan Gunady Ony juga menyampaikan harapannya agar seluruh umat dapat bekerja sama membangun keterlibatan dalam hidup menggereja, persaudaraan, dan terus menghadirkan wajah Gereja yang penuh kasih bagi dunia.
** Fr. Bednadetus Aprilyanto
Foto: Komsos KAPal
