Renungan Harian Minggu, 28 September 2025

Am 6:1a,4-7; Mzm. 146:7,8-9a,9bc-10; 1Tim. 6:11-16; Luk. 16:19-31.
BcO Mi. 3:1-12

Hidup menjadi Berkat

Orang kaya dan Lazarus | Foto: Pinterest

Saudara-saudari terkasih, hari ini Gereja merayakan hari Minggu Biasa ke XXVI. Nabi Amos dalam bacaan pertama mengingatkan sekaligus menegaskan kepada bangsa Israel bahwa bahwa kemewahan, kemegahan, dan banyaknya harta benda yang kita miliki selama di dunia ini tidak menjadi jaminan kebahagiaan. Sedangkan, dalam bacaan kedua, Rasul Paulus juga mengingatkan Timotius tentang hal-hal yang harus dihindari dalam menjalani kehidupan, yaitu menjauhi semua kejahatan dan memprioritaskan keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan.

Dalam bacaan Injil, Yesus menyampaikan pengajarannya dengan perumpamaan tentang orang kaya dan orang miskin. Orang kaya memiliki banyak harta benda atau kekayaan, sedangkan Lazarus adalah orang miskin yang badannya penuh luka bernanah atau penuh borok dan tidak mempunyai apa-apa dalam hidupnya. Agar dapat bertahan hidup Lazarus mengunjungi rumah orang kaya, berbaring di depan rumahnya dan memakan makanan yang jatuh dari meja makan orang kaya.

Dalam menjalani kehidupan di dunia ini, hal pertama yang kita kejar ialah kebahagiaan. Kita bekerja dari pagi sampai malam, mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya, merencanakan membangun rumah yang megah, punya mobil yang mewah, kebun yang luas, dan jabatan atau kedudukan yang tinggi itu semua demi mencapai kebahagiaan. Apakah ketika kita sudah memiliki semuanya itu, kita bahagia? Belum tentu! Apakah salah, tidak tapi belum lengkap!

 Bacaan-bacaan hari ini mengingatkan kita untuk mengejar kebahagiaan kekal. Apa yang kita miliki membantu dan menjadi sarana bagi kita untuk semakin dekat dengan Tuhan dan sesama, bukan sebaliknya. Allah adalah sumber kebahagiaan sejati. Jika kita menyerahkan seluruh hidup kita dan menyadari bahwa apa kita miliki adalah pemberian secara cuma-cuma dari Allah, kita akan mengalami kebahagiaan sejati. St. Paulus mengatakan bahwa Tuhan Yesus adalah penguasa satu-satunya dan yang penuh bahagia, Raja di atas segala raja, Tuan di atas segala tuan, dan satu-satunya yang tidak takluk kepada maut.

Saudara-saudari terkasih, semoga kehadiran kita membawa secercah harapan dan membangkitkan kembali semangat bagi mereka yang menderita karena sakit, karena kesulitan hidup, karena ketidakadilan, karena peperangan, karena bencana alam, dan karena sebab lainnya. Semoga Tuhan memberkati kita.

**Fr. Yohanes Kresna Kilo

Tingkat 5-Calon Imam KAPal

Leave a Reply

Your email address will not be published.