Renungan Harian Jumat, 12 Desember 2025

Sir 48:1-4.9-11; Mzm 80:2ac.3b.15-16.18-19; Mat 17:10-13; BcO Yes. 29:1-8; (U)

Mendengarkan

Saudara-saudari terkasih, dalam bacaan pertama hari ini, Tuhan melalui Nabi Yesaya berkata, “Akulah Tuhan, Allahmu, yang mengajarkan hal-hal yang berguna bagimu.” Kata-kata ini menunjukkan kasih Allah yang tidak pernah lelah menuntun umat-Nya. Ia ingin agar kita hidup dalam damai dan kebahagiaan sejati. Sayangnya, manusia sering memilih jalan sendiri dan tidak mau mendengarkan suara Tuhan. Padahal, kalau kita mau membuka hati dan menaati-Nya, hidup kita akan mengalir dengan damai seperti sungai dan penuh berkat seperti ombak di laut.

Dalam Injil, Yesus menegur orang-orang yang keras hati dan tidak mau menanggapi pewartaan-Nya. Mereka selalu mencari alasan untuk menolak kebenaran, entah dari Yohanes Pembaptis maupun dari Yesus sendiri. Sikap itu menggambarkan manusia yang tertutup, tidak mau berubah, dan mudah menilai orang lain, tetapi sulit menilai diri sendiri. Begitu juga kita: Tuhan berbicara lewat Sabda-Nya, lewat orang sekitar, bahkan lewat pengalaman hidup, namun kita sering menutup telinga karena merasa sudah tahu atau tidak mau diingatkan.

Masa Adven adalah waktu untuk melatih hati yang mau mendengarkan Tuhan. Ia berbicara dengan lembut dalam doa, dalam peristiwa hidup, dan dalam suara hati yang jujur. Ketika kita mau mendengarkan dan mengikuti jalan-Nya, damai sejati akan tumbuh di hati kita, bahkan di tengah kesibukan dan masalah. Mari kita belajar dari Maria yang diam, merenung, dan menaati kehendak Allah. Dalam hati yang tenang dan terbuka, Tuhan akan menuntun langkah kita menuju sukacita sejati. “Hati yang mau mendengarkan Tuhan akan menemukan damai di mana pun ia berada.” Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita semua.

**Fr. Eston Bidho-Tingkat 1

Foto: Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published.