Dalam pertemuannya dengan Ordo Konsultan Ketenagakerjaan Italia, Paus Leo XIV menegaskan bahwa dunia kerja tidak boleh kehilangan wajah kemanusiaannya. Ia mengajak para konsultan ketenagakerjaan untuk semakin dekat dengan mereka yang paling membutuhkan perhatian, terutama keluarga dengan anak-anak, para orang tua muda, serta para pekerja yang harus merawat anggota keluarga lanjut usia atau yang sedang sakit.
Menurut Paus, dalam setiap dinamika kerja, pusat perhatian seharusnya bukanlah modal, hukum pasar, atau keuntungan semata, melainkan manusia dan kesejahteraannya. Martabat pribadi dan kehidupan keluarga harus menjadi ukuran utama, sementara aspek ekonomi dan produktivitas ditempatkan sebagai sarana pendukung, bukan tujuan akhir.
Di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan yang kian memengaruhi cara kerja dan pengambilan keputusan, Paus mengingatkan akan bahaya jika relasi kerja menjadi semakin tidak personal. Ia menekankan bahwa perusahaan harus tetap menjadi komunitas manusiawi dan persaudaraan, bukan sekadar sistem teknis yang digerakkan oleh algoritma dan kepentingan ekonomi.
Paus Leo XIV juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas masih tingginya angka kecelakaan dan kematian di tempat kerja. Tempat yang seharusnya menjadi ruang kehidupan dan pengembangan diri, justru kerap berubah menjadi lokasi penderitaan dan kehilangan nyawa. Karena itu, ia mengapresiasi peran konsultan ketenagakerjaan dalam memberikan pelatihan dan pembinaan keselamatan kerja, seraya menegaskan bahwa upaya pencegahan merupakan bentuk pelayanan nyata bagi kehidupan manusia.
Mengutip Paus Fransiskus, Paus Leo mengingatkan bahwa keselamatan kerja sering baru disadari nilainya ketika sudah terlambat. Maka, membangun budaya aman di tempat kerja bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan tanggung jawab moral terhadap sesama.
Selain itu, Paus menyoroti peran penting konsultan ketenagakerjaan sebagai jembatan antara pengusaha dan pekerja. Dalam tugas mengelola aspek hukum dan administratif yang menyentuh langsung kehidupan para pekerja dan keluarganya, terdapat dua godaan yang harus dihindari: birokratisasi berlebihan dan sikap berjarak dari realitas konkret manusia. Keduanya dapat merusak iklim kerja dan menghilangkan semangat kebersamaan yang seharusnya menjadi jiwa sebuah perusahaan.
Karena itu, Paus Leo XIV mengajak para konsultan untuk tidak bekerja semata-mata dari sudut pandang pemberi kerja, melainkan dengan kepekaan terhadap orang-orang yang mereka layani, khususnya mereka yang lemah, kesulitan, dan kurang memiliki kesempatan untuk menyuarakan kebutuhan serta memperjuangkan haknya. Sikap ini, menurut Paus, merupakan wujud nyata keadilan dan kasih dalam dunia kerja.
**Isabella H. de Carvalho
Foto: Vatican Media
Diterjemahkan dan disadur kembali oleh Fr. Bednadetus Aprilyanto dari https://www.vaticannews.va/en/pope/news/2025-12/pope-leo-xiv-workplace-safety-families-employees-employment.html
