47 Tahun Mengakar: Sukacita Syukur dan Pengurus Baru WKRI di Paroki St. Paulus Muara Bungo

Usia 47 tahun bukanlah sekadar angka, melainkan bukti kesetiaan iman yang terus bertumbuh. Pada Minggu (1/2/2026) pagi, umat Paroki St. Paulus Muara Bungo, Jambi tumpah ruah merayakan hari jadi paroki mereka dalam sebuah seremoni yang khidmat sekaligus penuh persaudaraan. Meski hari jadi resminya jatuh pada 25 Januari lalu bertepatan dengan Pesta Pertobatan Santo Paulus, semangat umat tidak surut sedikit pun untuk mengucap syukur atas penyertaan Tuhan selama hampir lima dekade ini.

Misa Syukur dan Estafet Kepemimpinan WKRI

Puncak syukur ditandai dengan Perayaan Ekaristi Kudus yang dipimpin oleh Ekonom sekaligus Anggota Kuria Keuskupan Agung Palembang, Romo Emmanuel Belo Sede sebagai selebran utama mewakili Bapa Uskup. Suasana syukur semakin terasa istimewa dengan kehadiran para imam dan diakon, yaitu Pastor Paroki St. Paulus Muara Bungo, Romo Pankrasius Redemptus Boki, Pastor Rekan Paroki Muara Bungo, Romo Martinus Widiyanto dan Pastor Fidelis Mendrofa OFMCap, Pastor Kuasi Paroki St. Maria Bunda Gereja Tebo, Romo Andreas Eko Wahyudianto dan Romo Antonius Manik, serta Diakon Viktorinus Sidik dan Diakon Markus Trio.

Romo Emmanuel Belo Sede memimpin perayaan 47 Tahun Paroki Santo Paulus Muara Bungo bersama para imam dan diakon. | Foto: Komsos Paroki St. Paulus Muara Bungo

Dalam homilinya, Romo Emmanuel memberikan pesan mendalam agar umat senantiasa bersukacita dan bersyukur dalam segala situasi. Ia merefleksikan perjalanan 47 tahun paroki yang penuh dinamika sebagai bagian dari proses pendewasaan iman menghadapi tantangan zaman yang kian berkembang.

Menambah kebahagiaan di hari istimewa tersebut, momen ini juga menjadi saksi sejarah baru bagi Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Cabang Muara Bungo. Pengurus baru yang telah terpilih resmi dilantik oleh Romo Emmanuel dan siap membawa semangat pelayanan yang lebih segar di tengah umat.

Koor Stasi St. Petrus Sitiung IIE. | Foto: Komsos Paroki St. Paulus Muara Bungo

Menuju Komunitas yang Solid

Usai misa, kegembiraan berlanjut ke aula paroki untuk sesi ramah tamah. Gelak tawa dan obrolan hangat antarumat menciptakan atmosfer kekeluargaan yang kental. Melalui tonggak sejarah ke- 47 ini, Paroki St. Paulus Muara Bungo bertekad untuk terus bertransformasi menjadi komunitas yang semakin solid, peduli, dan setia menjadi “terang dan garam” bagi sesama.

***Diakon Markus Trio A (Kontributor Muara Bungo)

Leave a Reply

Your email address will not be published.