Menjadi Gembala yang Berakar dan Hadir: Inspirasi Paus Leo XIV dalam Rekoleksi Dekanat Palembang

Mgr. Yohanes Harun Yuwono bersama para imam dan biarawan yang mengikuti rekoleksi. | Foto : Komsos KAPal

“Imam yang jarang berlutut di hadapan Tuhan akan segera lelah berdiri di hadapan umat.”

Kalimat reflektif ini menjadi salah satu poin kuat dalam acara Rekoleksi Dekanat Palembang yang berlangsung penuh kehangatan di Aula Paroki Santa Maria Bunda Pertolongan Abadi, Prabumulih, Selasa (3/2/2026) pagi.

Kegiatan ini dihadiri oleh Uskup Agung Palembang, Mgr. Yohanes Harun Yuwono dan Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Palembang, Romo Yohanes Kristianto, serta puluhan imam, biarawan, dan biarawati. Menghadirkan Pastor Paroki Prabumulih, Romo Simon Margono selaku sebagai pemateri, rekoleksi ini mengusung tema “Gembala : Setia Pada Altar dan Setia Melayani Umat”, mengambil inspirasi dari gerak kegembalaan Paus Leo XIV—Paus ke- 267 yang baru saja terpilih pada Mei 2025 lalu.

Para peserta rekoleksi | Foto : Komsos KAPal

Meneladani Jejak Paus Leo XIV

Dalam sesi materinya, Romo Simon memaparkan sosok Paus Leo XIV (Robert Francis Prevost) sebagai figur yang membawa semangat Ordo Santo Agustinus ke dalam kepemimpinannya. Paus asal Chicago yang pernah menjadi misionaris di Peru ini dikenal memiliki visi Gereja yang inklusif, berorientasi pada keadilan sosial, dan sangat dekat dengan kaum marginal.

“Beliau mengingatkan kita bahwa imamat bukanlah jabatan sosial atau pangkat, melainkan pelayanan kasih yang diamanatkan Kristus,” ujar Romo Simon merujuk pada pesan Paus.

Romo Simon Margono | Foto : Komsos KAPal

Para peserta diajak untuk merefleksikan beberapa poin penting, di antaranya tentang membangun kedekatan dengan Tuhan yang diwujudkan dengan setia menjaga hidup doa (Ekaristi, adorasi, meditasi) agar pelayanan tidak menjadi kering; mencintai Ekaristi dengan menjadikan Altar sebagai pusat persembahan hidup, bukan sekadar rutinitas liturgi; menjadi gembala yang hadir dan mendengarkan umat, bukan sekadar “manajer lembaga” yang menjaga jarak; dan membangun jembatan kasih dengan umat sebagai rekan peziarahan iman.

Berkat dari Altar dan Keindahan Gua Maria

Usai sesi refleksi yang mendalam, rangkaian acara berlanjut ke puncak rohani yaitu Perayaan Ekaristi bersama umat yang dipimpin oleh Dekan Dekanat Palembang, Romo Hyginus Gono Pratowo. Suasana terasa kian sakral karena misa ini dirangkai dengan upacara pemberkatan Gua Maria dan Jalan Salib yang baru di lingkungan paroki oleh Mgr. Yohanes Harun Yuwono.

Mgr. Harun memberkati Gua Maria | Foto : Komsos KAPal

Pemberkatan ini menjadi simbol nyata dari pesan rekoleksi, di mana tempat-tempat doa tersebut diharapkan menjadi sarana bagi umat dan gembala untuk terus “berakar” pada spiritualitas di tengah kesibukan dunia.

Syukur dalam Persaudaraan

Menutup perjumpaan, suasana berubah menjadi penuh keceriaan dalam sesi ramah tamah. Semangat perjumpaan sebagai keluarga benar-benar terasa saat seluruh yang hadir merayakan syukur atas momen spesial ulang tahun kelahiran Romo Alexander Pambudi SCJ dan Sr. M. Mariana FCh serta ulang tahun imamat Romo Agustinus Ekoharmoko dan Romo Petrus Haryanto SCJ.

Rm. Alex SCJ, Sr. Mariana FCh, Rm. Eko, dan Rm. Haryanto SCJ (dari kanan) | Foto : Komsos KAPal

Melalui rekoleksi ini, para gembala di Dekanat Palembang diingatkan kembali untuk tidak berjalan sendiri, melainkan saling mendukung dan mendoakan dalam persaudaraan yang rukun. Seperti motto kepausan Paus Leo XIV, “In illo uno unum” (Dalam Dia yang satu, kita menjadi satu), kebersamaan di Prabumulih ini menjadi energi baru untuk terus setia melayani di Tengah Gereja dan masyarakat.

***TJK (Redaksi)

Leave a Reply

Your email address will not be published.