
Ribuan umat Paroki Santo Yoseph Palembang resmi memasuki masa Prapaskah tahun 2026 dengan khidmat. Melalui perayaan Rabu Abu yang digelar pada Rabu (18/2), umat menerima tanda abu di dahi sebagai simbol pertobatan nyata dan tekad untuk kembali kepada Tuhan dengan sepenuh hati.
Tiga Pilar Olah Rohani
Dalam perayaan pukul 12.00 WIB yang dipimpin oleh Romo Dionisius Anton Liberto, ditekankan bahwa masa Prapaskah adalah momen penting untuk meningkatkan olah rohani. Romo Liberto mengingatkan umat untuk menghayati tiga pilar utama selama 40 hari ke depan, yaitu sedekah dan amal kasih yang diwujudkan melalui derma dan Aksi Puasa Pembangunan (APP); doa yang diwujudkan dengan meningkatkan kehadiran dalam Ekaristi, merenungkan Jalan Salib, serta aktif dalam pendalaman APP di tingkat KBG atau Lingkungan; serta menjalankan Puasa dan Pantang sebagai bentuk pengendalian diri dan pertobatan lahir batin.

“Pertobatan itu bukan hanya sekadar menyesal atau tidak mengulangi dosa, tetapi mengubah arah hidup untuk berbalik kepada Tuhan dengan segenap hati,” tegas Romo Liberto dalam homilinya.
Ia juga mengingatkan agar praktik rohani ini dilakukan dengan tulus, bukan demi pujian atau terlihat suci.
Tradisi Penandaan Abu
Sebelum prosesi penerimaan abu, Romo Liberto melakukan pemberkatan dan memercikkan air suci pada abu yang akan digunakan. Suasana syahdu menyelimuti gereja saat satu per satu umat maju untuk menerima tanda salib di dahi dari para Prodiakon sebagai lambang penyesalan atas dosa.
Panduan Puasa dan Pantang

Sebagai pengingat bagi seluruh umat, kewajiban puasa dan pantang diatur sebagai berikut: Puasa: Wajib bagi umat berusia 18 hingga 60 tahun pada hari Rabu Abu dan Jumat Agung, dengan ketentuan makan kenyang hanya satu kali dalam sehari; dan Pantang: Wajib bagi yang berusia 14 tahun ke atas, dilakukan setiap hari Rabu dan Jumat sepanjang Masa Prapaskah. Bentuk pantang bisa beragam, mulai dari pantang daging, garam, gula, rokok, hingga pantang hiburan.
Perayaan Rabu Abu di Paroki St. Yoseph sendiri dilaksanakan sebanyak tiga kali, yakni pukul 06.30, 12.00, dan 17.30 WIB untuk mengakomodasi seluruh umat yang ingin memulai perjalanan tobat mereka.
***B. Endah Tri L (Kontributor Palembang)
