Renungan Harian Senin, 2 Maret 2026

Dan. 9:4b-10; Mzm. 79:8,9,11,13; Luk. 6:36-38. BcO Kel. 14:10-31; (U).

Hati yang Berbelas Kasih

Saudara-saudari terkasih, dalam Injil hari ini Yesus mengajak para murid untuk hidup menurut cara berpikir Kerajaan Allah, yaitu dengan perubahan hati yang sungguh-sungguh. Ia bersabda, “Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati” (Luk 6:36). Artinya, belas kasih bukan sekadar tambahan dalam hidup beriman, tetapi menjadi ciri utama setiap pengikut Kristus.

Yesus kemudian menegaskan bahwa cara kita memperlakukan sesama—apakah kita suka menghakimi, mau mengampuni, atau rela memberi—akan kembali kepada kita dengan ukuran yang sama. Sabda ini bukan ancaman, melainkan ajakan untuk membangun hubungan yang penuh kasih. Ketika kita berbelas kasih, kita sedang menghadirkan rahmat Allah dalam hidup orang lain. Dengan begitu, iman kita tidak berhenti pada kata-kata, tetapi menjadi kebiasaan hidup sehari-hari.

Yesus juga mengingatkan bahwa orang yang sadar dirinya telah diampuni akan lebih mudah mengampuni. Orang yang menyadari hidupnya dipenuhi belas kasih Allah akan terdorong untuk bermurah hati. Sebaliknya, hati yang keras dan suka menghakimi sering muncul karena kita lupa bahwa Tuhan lebih dulu mengasihi dan menyelamatkan kita. Maka dengan meneladani Hati Kudus Yesus yang penuh belas kasih, kita diajak untuk membiarkan kasih-Nya mengalir melalui hidup kita.

Hari ini marilah kita bercermin: sudahkah kita berani mengakui kelemahan dan dosa kita? Sudahkah kita membiarkan belas kasih Allah tampak dalam kata-kata dan tindakan kita? Dalam masa Prapaskah dan sepanjang perjalanan iman kita, Tuhan memanggil kita untuk bertobat bukan hanya lewat doa, tetapi juga lewat hati yang mau mengampuni dan tangan yang rela memberi. Sebab dari sanalah belas kasih Allah menjadi nyata dan mulai mengubah dunia, dimulai dari hati kita sendiri. Semoga Tuhan memberkati kita semua.

**Fr. Yulius Susilo-Tingkat IV

Foto: Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published.