Yes 1:10.16-20; Mzm 50:8-9.16bc-17.21.23; Mat 23:1-12; BcO Kel 16:1-18.35; (U)

Bukan Hanya Kata
Saudara-saudari terkasih, pernahkah kita melihat orang yang pandai menasihati, tetapi sulit melakukan apa yang ia katakan? Ia mengajak orang lain untuk sabar, tetapi dirinya mudah marah. Ia berbicara tentang hidup sederhana, tetapi justru suka pamer. Sikap seperti ini sering kita temui. Bahkan, mungkin tanpa sadar kita pun pernah melakukannya. Karena itu, Sabda Tuhan hari ini mengajak kita untuk bercermin dan melihat diri kita dengan jujur.
Dalam Injil, Yesus menegur para ahli Taurat dan orang Farisi. Mereka pandai mengajarkan hukum Tuhan, tetapi tidak melaksanakannya. Mereka suka dihormati, ingin duduk di tempat terdepan, dan dipanggil dengan gelar kehormatan. Melalui teguran ini, Yesus mengingatkan bahwa yang terbesar adalah dia yang mau melayani. Kebesaran sejati bukan terletak pada jabatan atau pujian, melainkan pada kerendahan hati dan kesediaan untuk berbuat kasih.
Masa Prapaskah ini menjadi kesempatan bagi kita untuk memperbaiki bukan hanya penampilan luar, tetapi juga hati. Jangan sampai kita terlihat saleh di luar, tetapi kosong di dalam. Tuhan menghendaki pertobatan yang nyata: hati yang tulus, sikap yang rendah hati, dan tindakan yang sesuai dengan perkataan.
Karena itu, marilah kita belajar melakukan kebaikan secara sederhana: membantu tanpa harus diminta, mengampuni tanpa mengungkit kembali, melayani tanpa mencari pujian. Dengan demikian, hidup kita semakin serupa dengan Yesus yang datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani. Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita semua.
**Fr. Yose Manurung-Tingkat I
Foto: Pinterest
