
Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan tewas pada Sabtu pagi di kantornya dalam sebuah serangan yang oleh pejabat Iran disebut sebagai operasi gabungan Amerika Serikat dan Israel. Dalam serangan tersebut, sejumlah pejabat tinggi Iran lainnya juga dikabarkan turut menjadi korban.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyebut Khamenei sebagai “salah satu orang paling jahat dalam sejarah” dan menyerukan rakyat Iran untuk “merebut kembali negara mereka.” Pemerintah Iran merespons dengan ancaman akan melancarkan “operasi ofensif paling dahsyat” terhadap pangkalan-pangkalan militer AS dan Israel. Presiden Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat akan membalas dengan “kekuatan yang belum pernah terlihat sebelumnya” jika Iran melakukan serangan balasan.
Sementara itu, Israel menyatakan pasukannya menyerang target-target “di jantung Teheran” ketika Iran kembali melancarkan serangan udara ke sejumlah negara Teluk Arab. Serangan dilaporkan terjadi di Dubai (Uni Emirat Arab), Doha (Qatar), Bahrain, dan Kuwait.
Di Israel, pejabat di Tel Aviv menyebutkan bahwa rudal balistik Iran merusak sekitar 40 bangunan dan menewaskan dua orang. Layanan ambulans Israel melaporkan 20 orang lainnya dilarikan ke rumah sakit.
Media pemerintah Iran, Islamic Republic News Agency (IRNA), melaporkan bahwa Teheran mengalami 60 serangan dalam kurun 24 jam yang menewaskan 57 orang.
Sebelumnya, Presiden Siprus, Nikos Christodoulides, mengatakan bahwa Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, telah menelepon dan menyatakan secara “jelas dan tegas bahwa Siprus bukanlah target.” Pernyataan ini muncul setelah laporan sumber pertahanan Inggris menyebutkan dua rudal Iran ditembakkan ke arah Siprus, lokasi pangkalan militer Inggris berada. Namun, juru bicara pemerintah Siprus kemudian membantah adanya ancaman tersebut dan menyatakan tidak ada indikasi bahaya terhadap negara itu.
Di tengah eskalasi konflik, sejumlah maskapai penerbangan terus membatalkan dan mengalihkan rute penerbangan di kawasan Timur Tengah demi alasan keamanan.
** Nathan Morley
Diterjemahkan dan disadur kembali oleh Diakon Bednadetus Aprilyanto dari Iran’s Supreme Leader killed in US–Israeli attack – Vatican News
