WKRI DPC Sanfrades Gelar Seminar Melawan Kekerasan Terhadap Perempuan

Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) DPC Santo Fransiskus de Sales (Sanfrades) mengadakan seminar bertajuk “Melawan Kekerasan Terhadap Perempuan: Dari Kesadaran Menuju Aksi Nyata” pada Minggu  (15/3/2026) pagi. Seminar yang menghadirkan Ketua Komisi Gender dan Pemberdayaan Perempuan Keuskupan Agung Palembang, Sr. M. Margaretha FCh sebagai narasumber ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran umat mengenai berbagai bentuk kekerasan terhadap perempuan serta mendorong tindakan nyata dalam mencegah dan menanganinya.

Sr. M. Margareta FCh memberikan pemaparannya. | Foto: Komsos Paroki Sanfrades

Melihat dengan Bijak

Pastor Paroki Sanfrades, Romo Petrus Haryanto SCJ, dalam sambutannya mengajak seluruh peserta untuk melihat persoalan kekerasan terhadap perempuan secara lebih bijaksana dan menyeluruh. Menurutnya, setiap kasus perlu dipahami dari berbagai sudut pandang agar dapat menemukan solusi yang tepat. Ia juga menekankan bahwa dalam beberapa kasus, perempuan terkadang juga dapat menjadi salah satu faktor yang memicu terjadinya kekerasan terhadap dirinya. Oleh karena itu, kesadaran dan refleksi diri menjadi hal penting dalam membangun relasi yang sehat dan saling menghargai.

Pastor Paroki Sanfrades, Romo Petrus Haryanto SCJ. | Foto: Komsos Paroki Sanfrades

Persoalan Serius

Dalam pemaparannya pada seminar yang juga dihadiri ibu-ibu PKK dari RT 32 ini, Sr. Margaretha membagikan pengalaman pendampingannya terhadap perempuan yang menjadi korban kekerasan. Ia menegaskan bahwa kekerasan terhadap perempuan masih menjadi persoalan serius di masyarakat. Data menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2025 tercatat ratusan ribu kasus kekerasan berbasis gender terhadap perempuan di Indonesia, dengan sebagian besar terjadi dalam ranah domestik.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Gereja dan WKRI memiliki peran penting dalam menghadapi persoalan ini. Salah satunya melalui penyediaan ruang aman, konseling pastoral, serta pendampingan psikologis bagi para korban. Selain itu, Gereja juga diharapkan berani memecah budaya diam dengan mendorong para korban untuk melaporkan tindakan kekerasan kepada pihak yang berwenang.

Peserta Seminar. | Foto: Komsos Paroki Sanfrades

Dalam konteks iman Katolik, upaya melawan kekerasan terhadap perempuan berakar pada penghormatan terhadap martabat manusia. Gereja mengajarkan bahwa laki-laki dan perempuan memiliki martabat yang sama dan setiap bentuk kekerasan tidak pernah dapat dibenarkan. Karena itu, umat dipanggil untuk menjadi agen perdamaian yang melawan kejahatan dengan kebaikan serta memperjuangkan keadilan bagi mereka yang tertindas.

Langkah Nyata

Melalui seminar ini, WKRI DPC Sanfrades berharap para peserta tidak hanya memahami persoalan kekerasan terhadap perempuan secara lebih mendalam, tetapi juga terdorong untuk mengambil langkah nyata dalam kehidupan sehari-hari. Dengan kesadaran, solidaritas, dan aksi bersama, diharapkan tercipta lingkungan keluarga dan masyarakat yang semakin menghargai martabat perempuan serta bebas dari segala bentuk kekerasan.

Sr. M. Margareta FCh foto bersama dengan Ibu-ibu PKK. | Foto: Komsos Paroki Sanfrades

***Fr. Simeon Sanjaya SCJ (Kontributor Palembang)

Leave a Reply

Your email address will not be published.