Hari Minggu Paskah IV – Hari Minggu Panggilan
Kis. 2:14a,36-41; Mzm. 23:1-6; 1Ptr. 2:20b-25; Yoh. 10:1-10.

Menjadi Saksi yang Setia
Saudara-saudari terkasih, hari ini kita merayakan Minggu Paskah IV yang juga dikenal sebagai Minggu Panggilan. Bacaan-bacaan suci hari ini tidak hanya berbicara tentang panggilan menjadi imam atau hidup religius, tetapi terlebih tentang panggilan dasar kita semua, yakni menjadi saksi Kristus dan domba-domba yang mengenal suara Gembalanya. Dalam Bacaan Pertama, kita melihat perubahan besar dalam diri Rasul Petrus. Ia yang dahulu penakut kini tampil berani, karena telah mengalami perjumpaan dengan Kristus yang bangkit. Pewartaannya menyentuh hati banyak orang hingga mereka bertanya, “Apa yang harus kami perbuat?” Jawabannya sederhana namun mendalam: bertobat dan memberi diri dibaptis.
Saudara-saudari terkasih, kita pun diajak untuk bertanya dalam hati: apakah hidup kita mampu menyentuh orang lain dan membawa mereka semakin dekat kepada Tuhan? Menjadi saksi Kristus tidak selalu berarti berkhotbah di mimbar. Dalam kehidupan sehari-hari, kesaksian itu tampak melalui kejujuran di tempat kerja, kesetiaan dalam keluarga, dan kepedulian terhadap sesama yang membutuhkan. Di tengah dunia yang sering kali acuh tak acuh, tindakan sederhana yang dilandasi kasih justru menjadi pewartaan Injil yang paling nyata dan menyentuh.
Bacaan kedua mengingatkan kita bahwa mengikuti Kristus tidak selalu mudah. Kristus sendiri telah menderita bagi kita, memikul dosa kita agar kita hidup dalam kebenaran. Maka, ketika kita menghadapi kesulitan, penolakan, atau beban hidup karena iman, kita diajak untuk tetap setia. Penderitaan yang dijalani bersama Kristus bukanlah sia-sia, melainkan jalan yang memurnikan kasih dan memperdalam iman kita kepada-Nya.
Dalam Injil, Yesus menyatakan diri-Nya sebagai “Pintu”. Hanya melalui Dia kita memperoleh keselamatan dan hidup dalam kelimpahan. Dunia menawarkan banyak “pintu” yang tampak menarik, namun sering kali menyesatkan. Karena itu, marilah kita menjadikan Kristus sebagai dasar dalam setiap langkah hidup kita. Sebagai orang yang telah dibaptis, kita semua adalah pribadi yang terpanggil. Semoga kita tidak menjadi pengikut yang biasa-biasa saja, tetapi saksi yang berani, sehingga melalui hidup kita semakin banyak orang mengalami kasih Tuhan dan menemukan jalan kembali kepada-Nya. Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita semua.
**Fr. Krisna Kilo–Tingkat V
