Kis. 11:1-18; Mzm. 42:2-3; 43:3-4; Yoh. 10:11-18.

Mendengarkan Suara Sang Gembala
Saudara-saudari terkasih, dalam Injil hari ini kita mendengar Yesus berkata, “Akulah Gembala yang baik.” Melalui pernyataan ini, Yesus menegaskan bahwa Ia mengenal domba-domba-Nya secara pribadi. Gambaran tentang gembala ini begitu dekat dengan kehidupan kita: seorang gembala menuntun kawanan dombanya di jalan yang benar, mengenal mereka satu per satu, menjaga, serta melindungi mereka dari bahaya. Demikian pula Yesus hadir sebagai Gembala yang membimbing hidup kita dengan penuh perhatian dan kasih.
Yesus adalah Gembala yang setia dan tidak pernah meninggalkan umat-Nya. Bahkan, Ia rela menyerahkan nyawa-Nya demi menebus dosa manusia. Kasih-Nya yang total ini menjadi tanda bahwa kita selalu berada dalam pemeliharaan-Nya. Oleh karena itu, kita pun diajak untuk meneladan kasih Sang Gembala dalam hidup sehari-hari. Pertanyaannya bagi kita: apakah kita sungguh mendengarkan suara Yesus dalam perjalanan hidup kita?
Sering kali kita sulit mendengar suara Sang Gembala karena kesibukan, berbagai urusan, dan perhatian kita yang terpecah pada banyak hal. Akibatnya, kita bisa kehilangan arah dan mengikuti jalan yang keliru. Karena itu, sabda Tuhan hari ini mengajak kita untuk semakin peka terhadap suara-Nya. Kita dapat melakukannya dengan membangun kedekatan melalui doa, membaca dan merenungkan sabda Tuhan, serta membuka hati terhadap kehendak-Nya. Dengan semakin mengenal Yesus, kita tidak mudah disesatkan oleh suara-suara lain.
Saudara-saudari terkasih, berkat yang kita terima dari Tuhan hendaknya kita bagikan kepada sesama melalui perhatian, kepedulian, dan kasih. Di tengah dunia yang sering diwarnai egoisme, kita dipanggil untuk menghadirkan kasih Kristus secara nyata. Semoga melalui hidup kita, orang lain dapat merasakan kehadiran Sang Gembala yang baik. Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita semua.
**Fr. Yohanes Vega–Tingkat VI
