Kis. 15:7-21; Mzm. 96:1-2a,2b-3,10; Yoh. 15:9-11. BcO Kis. 19:1-20.

Tinggal dalam Kasih
Saudara-saudari terkasih, dalam Injil Injil hari ini Yesus mengajak kita untuk “tinggal di dalam kasih-Nya.” Artinya sederhana: kita diminta untuk tetap dekat dengan Tuhan dan hidup dalam kasih setiap hari. Bukan hanya mengatakan “saya mengasihi Tuhan,” tetapi sungguh menjalankannya dalam hidup nyata. Kasih itu terlihat dari hal-hal kecil—cara kita berbicara, bersikap, dan memperlakukan orang lain.
Yesus juga mengatakan bahwa kalau kita mengasihi Dia, kita akan menuruti perintah-Nya. Memang ini tidak selalu mudah. Kadang kita lelah, kecewa, atau marah, sehingga sulit untuk tetap sabar dan berbuat baik. Tapi justru di situlah kita belajar mengasihi dengan sungguh. Misalnya, tetap berbuat jujur saat tidak ada yang melihat, mau mengampuni walau disakiti, atau tetap membantu orang lain meski kita sendiri sedang susah. Hal-hal sederhana seperti itu sebenarnya sudah menunjukkan bahwa kita tinggal dalam kasih Tuhan.
Yang indah, Yesus tidak ingin kita hidup dalam tekanan. Ia mengatakan bahwa semua ini supaya sukacita-Nya ada dalam diri kita. Jadi, hidup dalam kasih Tuhan itu bukan beban, tetapi sumber kebahagiaan. Memang masalah tetap ada, tetapi hati kita tidak kosong, karena kita tahu Tuhan menyertai kita. Ada damai yang tidak mudah hilang.
Saudara-saudari terkasih, mari kita terus belajar hidup lebih sederhana dalam kasih: di rumah, di tempat kerja, di lingkungan kita. Tidak perlu hal besar, cukup mulai dari hal kecil tapi dilakukan dengan tulus. Dengan begitu, orang lain bisa merasakan bahwa Tuhan sungguh hidup dalam diri kita, dan kita pun mengalami sukacita yang sejati. Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita semua.
Fr. Romualdus Dwi Saputra (Tingkat II)
