Renungan Harian Senin, 4 Mei 2026

Hari Biasa Pekan V Paskah
Kis. 14:5-18; Mzm. 115:1-2,3-4,15-16; Yoh. 14:21-26. BcO Kis. 17:1-18.

Berani Membuka Diri

Saudara-saudari yang terkasih dalam Tuhan, bacaan-bacaan yang kita dengarkan hari ini kembali mengingatkan kita akan besarnya kasih Allah kepada kita.  Mungkin kita pernah mengalami begitu banyak tantangan dan derita yang membuat kita ragu akan cinta Allah kepada kita. Semuanya itu karena kita kurang membuka diri dan menyerahkan diri seutuhnya kepada penyelenggaraan Ilahi. Hal ini disebabkan karena kita kerap kali dalam seluruh perjalanan hidup harian cenderung mengandalkan kemampuan diri kita sendiri daripada mengandalkan karya Roh Kudus Allah dalam hidup kita.

Bacaan pertama dari Kisah Para Rasul hari ini mengingatkan kita akan besarnya kasih Allah dalam hidup kita. Melalui pengalaman Rasul Paulus dan Barnabas kita diajak untuk sungguh percaya dan berpegang pada Allah dalam segala karya dan usaha kita. Mujizat yang dilakukan Paulus dalam bacaan pertama semata bukanlah hasil dari kemampuannya melainkan karena Allah berkarya melalui dirinya. Tentu untuk mencapai hal ini Paulus memiliki relasi yang intim dan mendalam dengan Allah yang berbuah dalam tindakan nyata yang menyelamatkan.

Selanjutnya melalui Injil hari ini Yesus mengingatkan kita tentang arti kasih yang sejati. Ia berkata “Barangsiapa mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku”. Ini berarti bahwa kasih kepada Tuhan bukan hanya diucapkan dengan kata-kata tetapi harus tampak dalam tindakan nyata setiap hari. Sering kali kita merasa sudah mengasihi Tuhan karena kita rajin berdoa atau datang ke gereja. Itu baik dan penting. Namun Yesus mengajak kita melangkah lebih dalam: apakah kita juga mengampuni orang yang menyakiti kita? Apakah kita jujur dalam pekerjaan? Apakah kita peduli kepada sesama yang membutuhkan? Di situlah kasih kepada Tuhan menjadi nyata.

Saudara-saudari terkasih, Yesus juga memberikan janji hadirnya Penghibur, yaitu Roh Kudus yang akan tinggal dalam diri kita, menemani sehingga kita tidak berjalan sendirian. Dalam suka maupun duka Tuhan hadir dan menyertai kita, bahkan ketika kita merasa lemah, Tuhan tetap tinggal di dalam hati kita dan terus membimbing ke jalan yang benar. Marilah kita belajar mengasihi Tuhan bukan hanya dengan kata-kata, tetapi dengan hidup kita. Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita semua.

Fr. Petrus Bagul (Tingkat IV)

Leave a Reply

Your email address will not be published.