Kis. 15:22-31; Mzm. 57:8-9,10-12; Yoh. 15:12-17. BcO Kis. 19:21-40.

Kasih
Saudara-saudari yang terkasih, dalam kisah Injil hari ini Yesus berbicara tentang kasih. Dalam kehidupan kita sering mengartikan kasih itu hanya sebatas perasaan yang menggembirakan. Namun, hari ini Yesus mengajak kita mau melihat kasih secara lebih dalam, bahwa kasih bukan sekadar kata-kata, tetapi suatu tindakan nyata yang mengubah hidup. Kasih yang diajarkan oleh Yesus bahkan sampai pada pengorbanan, dan di dalamnya dapat ditemukan identitas kita sebagai murid-Nya. Yesus menunjukkan bahwa kasih sejati adalah kasih yang rela berkorban demi sesama. Pengorbanan seperti ini menjadi tanda bahwa kasih itu hidup dan nyata, bukan sekadar ucapan.
Selain itu, Yesus tidak memandang kita sebagai hamba, tetapi sebagai sahabat. Dengan sebutan “sahabat” berarti kita berjalan bersama, saling mengenal, dan saling percaya. Kita dapat mempererat persahabatan dengan Yesus, yaitu melalui doa. Dengan doa, kita dapat berelasi dengan Yesus. Berdoa tidak hanya tentang meminta, tetapi kita hendaknya bisa mendengarkan apa yang dikatakan oleh Tuhan. Sehingga kita dapat mempererat persahabatan kita dengan Yesus. Kasih yang diberikan oleh Yesus tidak hanya untuk kita pribadi, melainkan juga untuk banyak orang. Kita menjadi sahabat-Nya, guna untuk menyebarkan kasih itu kepada sesama.
Saudara-saudari terkasih, sebagai umat beriman kita dipanggil bukan hanya untuk memahami kasih itu, tetapi untuk menghidupi dan menyebarkannya setiap hari dalam aneka perjumpaan dan kegiatan yang kita lakukan. Sehingga kasih menjadi identitas bagi kita sebagai sahabat Yesus. Kita semakin berani untuk berkurban, karena berkurban adalah bentuk kasih yang Yesus ajarkan kepada kita. Harapannya, melalui pengorbanan kecil yang tulus, hidup kita semakin mencerminkan kasih Yesus bagi sesama. Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita semua.
Fr. Yosepin Manurung (Tingkat I)
