KYD 2026 Ditutup: “Kita Tidak Hanya Dipanggil, Tetapi Juga Diutus!”

Sukacita, syukur, dan haru menyatu dalam Perayaan Ekaristi Penutupan KAPal Youth Day (KYD) 2026 yang berlangsung pada Jumat (10/7/2026) pagi di Gedung Serba Guna (GSG) Tegal Arum. Perayaan ini menjadi penanda berakhirnya empat hari perjalanan iman, persaudaraan, dan pembinaan bagi ratusan Orang Muda Katolik (OMK) Keuskupan Agung Palembang. Namun, lebih dari sekadar seremoni penutup, Ekaristi ini menjadi awal sebuah perutusan baru bagi setiap peserta untuk kembali menghadirkan terang Kristus di tengah dunia.

Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Uskup Keuskupan Tanjungkarang, Mgr. Vinsensius Setiawan Triatmojo, didampingi Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Palembang, RD. Yohanes Kristianto, serta Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Jayapura, Romo Barnabas. Sebanyak 24 imam turut berkonselebrasi bersama tujuh frater diakon.

Keagungan liturgi semakin terasa melalui pelayanan koor gabungan LP3KD OKU Timur bersama OMK Dekanat Belitang. Lantunan lagu-lagu liturgi yang dibawakan dengan penuh penghayatan membawa seluruh umat larut dalam doa dan ungkapan syukur atas penyelenggaraan KYD 2026 yang telah menjadi ruang perjumpaan, pembelajaran, dan pertumbuhan iman bagi orang muda dari berbagai dekanat.

Dalam homilinya, RD. Yohanes Kristianto menegaskan bahwa setiap orang muda memiliki panggilan yang tidak dapat dihindari. Menurutnya, Tuhan tidak hanya memanggil seseorang untuk mengenal-Nya, tetapi juga mengutusnya menjadi saksi kasih Kristus di tengah kehidupan.

“Kita tidak bisa menghindari panggilan. Kita tidak hanya dipanggil, tetapi juga diutus. Tuhan tidak hanya memanggil dan mengutus kita, melainkan Tuhan menyertai kita sampai akhir zaman,” tegasnya.

Pesan tersebut menjadi benang merah seluruh rangkaian KYD 2026. Pengalaman empat hari yang dipenuhi doa, dinamika, seminar, persaudaraan, dan pelayanan bukanlah garis akhir, melainkan bekal untuk kembali ke keluarga, lingkungan, paroki, sekolah, kampus, tempat kerja, dan masyarakat sebagai pribadi-pribadi yang siap menghadirkan wajah Kristus.

Suasana haru semakin terasa ketika sejumlah perwakilan menyampaikan kesan dan pesan mereka. Perwakilan peserta mengungkapkan rasa syukur karena KYD telah mempertemukan mereka dengan saudara-saudari seiman dari berbagai dekanat. Persahabatan baru yang terjalin, pengalaman iman yang diperdalam, serta berbagai materi yang diterima menjadi bekal berharga untuk dibawa pulang dan dibagikan kepada Orang Muda Katolik di paroki masing-masing.

Kesan serupa disampaikan oleh perwakilan para volunteer. Mereka mengakui bahwa pelayanan selama KYD mengajarkan arti kesabaran, kerendahan hati, kerja sama, serta pengorbanan. Di balik kelelahan dan berbagai tantangan, mereka justru menemukan sukacita karena dapat melayani sesama. Pengalaman itu menjadi sekolah kehidupan yang membentuk karakter mereka sebagai pelayan Kristus sekaligus menumbuhkan harapan agar semakin banyak orang muda bersedia terlibat aktif dalam karya pelayanan Gereja.

Sementara itu, perwakilan para biarawati, Sr. Christin CB, mengungkapkan kekagumannya terhadap semangat, kedisiplinan, dan antusiasme para peserta selama mengikuti seluruh rangkaian KYD 2026. Ia mengingatkan agar semangat tersebut tidak berhenti di Baturaja, tetapi terus menyala ketika mereka kembali ke daerah masing-masing.

“Teruslah bertumbuh dan terus menjadi berkat bagi sesama. Kalah boleh, tetapi menyerah jangan,” pesannya, yang langsung disambut tepuk tangan meriah dari seluruh peserta.

Perayaan Ekaristi Penutupan akhirnya menjadi lebih dari sekadar akhir sebuah kegiatan. Di hadapan altar Tuhan, ratusan Orang Muda Katolik diingatkan bahwa mereka tidak pulang hanya membawa kenangan, melainkan membawa sebuah misi. Dari Tegal Arum, mereka diutus untuk menjadi garam dan terang dunia—menghidupi iman, menebarkan harapan, serta menjadi wajah Gereja yang muda, tangguh, dan terus bergerak di tengah masyarakat.

***Ignatius Indar Prastawa

Leave a Reply

Your email address will not be published.