Satu Abad Melayani, Kongregasi FCh Ajak Generasi Muda Teruskan Misi Kemanusiaan

Foto: Komsos FCh

PALEMBANG – Memasuki usia satu abad di Indonesia, Kongregasi Suster Santo Fransiskus Charitas (FCh) terus memperluas kepakan sayap pelayanannya hingga ke berbagai belahan dunia. Namun, dengan cakupan karya yang semakin luas, tantangan terbesar saat ini adalah merekrut generasi penerus. FCh kini secara terbuka memanggil orang-orang muda untuk bergabung dan melanjutkan estafet misi kemanusiaan tersebut.

Hal ini disampaikan langsung oleh Anggota Dewan Pemimpin Umum Kongregasi FCh, Sr. M. Carolisa FCh, dalam konferensi pers bersama media di Charitas Hospital Palembang, Kamis (9/7/2026) sore.

“Karya FCh itu sangat besar dan multi-dimensi. Kami tidak hanya bergerak di bidang kesehatan dan sekolah, tetapi juga mengelola panti jompo, panti asuhan, asrama, penitipan anak, hingga shelter bagi perempuan korban kekerasan dan gerakan lingkungan hidup (ecopark). Karena karyanya besar sekali, kami butuh orang-orang muda untuk menjadi penerus,” ujar Sr. Carolisa.

Saat ini, kekuatan Kongregasi FCh ditopang oleh 290 suster, 12 postulan, dan 16 aspiran (calon suster) baru yang mendaftar tahun ini.

Apresiasi dan Semangat “Totalitas”

Dalam kesempatan tersebut, mewakili kongregasi ia menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh mitra kerja, umat, dokter, guru, perawat, karyawan, dan para imam paroki yang selama ini setia membantu di garda terdepan.

Ia mengajak semua pihak yang terlibat dalam karya Charitas untuk terus menghidupi semangat “Love of GOD” (Kasih Allah). Sesuai dengan karisma sang pendiri, Muder Theresia Saelmakers, pelayanan yang diberikan haruslah utuh dan total demi membantu mereka yang miskin dan sakit.

“Kami mengajak kita semua untuk menghidupi belarasa yang tak terbagi. Kalau membantu sesama jangan setengah-setengah,” tegasnya.

Mengakar dan Melintas Batas

Merayakan 100 tahun kehadirannya di Bumi Sriwijaya, Kongregasi FCh mengusung tema Berakar dan Berbuah dengan Sukacita. Suster Charitas kini telah menyebar dan melayani di 4 benua, 4 negara, dengan total 39 komunitas.

Biarawati asal Karang Binangun, OKU Timur ini menjelaskan bahwa makna “mengakar” ini tidak terbatas untuk umat Katolik saja.

“Kami mengajak semua orang—baik yang beragama Katolik, Muslim, Hindu, Buddha, Protestan, maupun keyakinan lainnya—mari kita sama-sama mengakar pada Tuhan sang pemberi kehidupan. Dari akar itulah kita bisa menjadi saksi kasih yang tulus dan sejati kepada sesama,” ungkapnya.

Melebarkan Sayap

Perjalanan karya pelayanan FCh tidak pernah berhenti berkembang. Pada tahun 2025 lalu, para suster FCh resmi memulai misi baru di Mississippi, Amerika Serikat, bekerja sama dengan para imam Kongregasi SCJ. Sebelumnya, mereka juga telah lama berkarya di Suriname, Amerika Latin, atas undangan Uskup Paramaribo.

Menatap masa depan, FCh bersiap menjawab panggilan kemanusiaan di dalam negeri. Atas permohonan Uskup Jayapura, pada tahun 2027 mendatang Kongregasi FCh berencana merealisasikan misi pelayanan baru di Wamena, Papua.

“Kami selalu terbuka dan siap mendengar daerah-daerah mana saja yang membutuhkan kehadiran pelayanan kami,” pungkas Sr. Carolisa menutup sesi konferensi pers.

***B. Endah Tri L (Kontributor Palembang)

Leave a Reply

Your email address will not be published.