Renungan Harian Selasa, 21 Juli 2026

Mi. 7:14-15,18-20; Mzm. 85:2-4,5-6,7-8; Mat. 12:46-50
Menjadi Keluarga Yesus

Saudara-saudari yang terkasih, sebagai orang yang masih belajar menjadi pelayan Tuhan, saya juga belajar memahami bahwa mengikuti Yesus bukan hanya soal datang ke gereja atau mengenal ajaran-Nya. Dalam Injil hari ini, Yesus mengajarkan sesuatu yang sangat sederhana tetapi mendalam: siapa pun yang melakukan kehendak Allah adalah keluarga-Nya.

Saat Yesus sedang mengajar, ibu dan saudara-saudara-Nya datang untuk menemui Dia. Lalu Yesus berkata, “Barangsiapa melakukan kehendak Bapa-Ku di surga, dialah saudara-Ku laki-laki, saudara-Ku perempuan, dan ibu-Ku.” Bukan berarti Yesus tidak menghormati keluarga-Nya. Justru Yesus ingin menunjukkan bahwa kasih Allah terbuka bagi semua orang. Kita semua dapat menjadi bagian dari keluarga Yesus.

Bagi saya pribadi, ayat ini mengingatkan bahwa menjadi dekat dengan Yesus tidak cukup hanya dengan mengaku percaya kepada-Nya. Yang lebih penting adalah berusaha hidup sesuai dengan kehendak Tuhan. Kehendak Tuhan itu sering kali hadir dalam hal-hal sederhana: menghormati orang tua, berkata jujur, membantu teman yang kesulitan, tidak menyakiti orang lain, dan mau mengampuni.

Sebagai frater yang baru mulai belajar melayani, saya menyadari bahwa tugas kita bukan hanya berbicara tentang Tuhan, tetapi juga berusaha menunjukkan kasih Tuhan melalui sikap sehari-hari. Ketika kita mau mendengarkan, menolong, dan peduli kepada sesama, kita sedang hidup sebagai keluarga Yesus.

Saudara-saudari terkasih, semoga Injil hari ini semakin menyadarkan panggilan Tuhan bagi kita untuk menjadi satu keluarga dalam kasih-Nya. Marilah kita mulai dari hal-hal kecil: berbuat baik, hidup jujur, dan saling mengasihi. Dengan begitu, orang lain dapat melihat bahwa kita sungguh-sungguh adalah keluarga Yesus. Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita semua.

Fr. Antonius Bintang

Leave a Reply

Your email address will not be published.