40 Tahun Setia Merawat Panggilan: Menghayati Spirit Hati Kudus yang Merangkul dan Memulihkan di Era Baru

Uskup Emeritus Keuskupan Agung Palembang, Mgr. Aloysius Sudarso SCJ | Foto: Komsos KAPal

PALEMBANG — Suasana Penuh syukur dan sukacita mewarnai Kapel Seminari Menengah St. Paulus Palembang pada Sabtu (25/7/2026) pagi. Ratusan umat yang terdiri dari para seminaris, biarawan-biarawati, keluarga, hingga tamu undangan berkumpul bersama menghadiri Perayaan Ekaristi Pesta 40 Tahun Hidup Membiara para imam dan biarawan Kongregasi Imam-imam Hati Kudus Yesus (SCJ).

Refleksi Penting

Mengawali sambutannya, Uskup Emeritus Keuskupan Agung Palembang, Mgr. Aloysius Sudarso SCJ, memberikan sharing singkat mengenai perjalanan panggilan dalam proses formasio di seminari dan tentang hidup membiara. Bapa Uskup berharap agar perayaan ini semakin meneguhkan semangat para seminaris untuk membangun visi ke depan dalam mewujudkan panggilannya.

“Peristiwa ini harus menjadi visi ke depan bagi seminaris untuk mampu berjuang menjadi imam atau biarawan, atau keduanya, imam dan biarawan,” ungkap Bapa Uskup.

Lebih lanjut, Bapa Uskup yang aktif dalam karya Caritas Indonesia ini juga mengungkapkan pentingnya menghayati nilai-nilai injili, yaitu kemurnian, ketaatan, dan kemiskinan yang harus dijalankan dengan semangat kerendahan hati.

“Pesan ini ditujukan pertama-tama bukan hanya untuk seminaris, imam, biarawan dan biarawati saja melainkan untuk seluruh umat yang hadir dalam perayaan ini. Ketaatan, kemurnian, dan kemiskinan berlaku untuk semua sesuai dengan panggilan masing-masing,” tegas Mgr. Sudarso.

Ia juga menyampaikan refleksi mendalam yang menjadi pengingat penting bagi para imam, biarawan-biarawati, maupun seluruh umat di era modern saat ini.

“Empat puluh tahun adalah bukti nyata dari penyertaan Allah dan keteguhan hati dalam merawat panggilan. Menghayati Spirit Hati Kudus ‘Silih’ di era baru harus relevan dan menyentuh zaman, bukan hanya dimaknai secara devosional semata, melainkan membuka mata untuk melihat Kristus yang masih terluka dalam banyak orang, serta terlibat nyata menghadirkan belaskasih dan pemulihan bagi mereka yang rapuh,” ujar Mgr. Sudarso.

Bapa Uskup juga mengingatkan panggilan menggembalakan seturut teladan Gembala Baik. “Bagi para imam dan biarawan SCJ, tugas menggembalakan dilakukan dengan prinsip Ecce Venio secara total, penuh dedikasi dan hati terbuka, bukan sekadar menjalankan profesi semata,” terangnya.

Lebih lanjut, Bapa Uskup juga mengungkapkan peran penting kesaksian ketulusan dari seorang bruder. Menurutya, bruder merupakan sakramen kesaksian biarawan. Mereka bukan imam, tetapi sebagai pengingat murni (memento) akan dasar hidup membiara.

“Tanpa dibatasi oleh struktur sakramental layaknya imam, bruder memberi kesaksian nyata lewat persaudaraan, kerja keras, ketulusan, serta kesederhanaan hidup sehari-hari,” ungkap Mgr. Sudarso.

Dalam sambutannya, Mgr. Sudarso juga merefleksikan perayaan ini sebagai ajakan untuk merangkul Orang Muda Katolik (OMK) yang bergelut di tengah krisis makna, gempuran informasi, dan arus perubahan yang sangat cepat, sehingga sering kali mengalami krisis emosional dan pencarian makna hidup.

Mgr. Sudarso menekankan bahwa OMK tidak membutuhkan ajaran doktrinal yang kaku atau formalitas kata-kata semata. Mereka membutuhkan ruang yang aman, rasa diterima, serta sukacita. Spirit Hati Kudus harus hadir seperti Yesus sendiri, mau mendengarkan, merangkul di masa sulit, serta memberikan arah dan harapan baru.

Mengakhiri sambutannya, Bapa Uskup menyampaikan ucapan selamat atas perayaan syukur 40 tahun hidup membiara dan berdoa bagi perutusan para yubilaris.

“Harapan besar tercurah agar Hati Belaskasih Yesus senantiasa bertakhta dalam pelayanan dan karya kenabian mereka bagi Gereja dan masyarakat,” tutupnya.

Momen Syukur

Para Yubilaris yang merayakan 40 tahun hidup membiara adalah Romo Titus Waris Widodo SCJ (Rektor Seminari Menengah St. Paulus Palembang), Romo Donatus Kusmartono SCJ (Ketua Yayasan Musi Palembang), Romo Vincentius Suparman SCJ (misionaris di Florida, AS), Romo Aegidius Warsito SCJ (misionaris di Kanada), dan Bruder Antonius Sudaryono SCJ (berkarya di Paroki St. Yohanes Penginjul Bengkulu).

Foto: Komsos KAPal

Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Uskup Agung Palembang, Mgr. Yohanes Harun Yuwono. Bertindak sebagai konselebran pendamping di antaranya Uskup Emeritus KAPal, Mgr. Aloysius Sudarso SCJ, Dekan Dekanat Palembang, Romo Hyginus Gono Pratowo, Sekretaris Dewan SCJ Provinsi Indonesia, Romo Christoforus Wahyu Triharyadi SCJ, serta dua Yubilaris yang hadir, Romo Titus Waris Widodo SCJ dan Romo Donatus Kusmartono SCJ.

***TJK

Leave a Reply

Your email address will not be published.