Renungan Harian Jumat, 31 Juli 2026

PW St. Ignasius dari Loyola, Imam
Yer. 26:1-9; Mzm. 69:5,8-10,14; Mat. 13:54-58; BcO Ayb. 40:6-24; 42:1-6

Melaksanakan KehendakNya

Saudara-saudari terkasih, Injil hari ini mengisahkan Yesus yang datang ke Nazaret, kampung halaman-Nya. Orang-orang yang mendengar pengajaran-Nya sebenarnya merasa takjub. Mereka heran melihat hikmat dan mukjizat yang dilakukan Yesus. Namun, rasa kagum itu tidak membawa mereka kepada iman. Sebaliknya, mereka mulai mempertanyakan asal-usul Yesus: “Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya bernama Maria?” Mereka mengenal Yesus secara manusiawi, tetapi mereka tidak mampu melihat bahwa Allah sedang berkarya melalui diri-Nya. Karena terlalu terpaku pada apa yang mereka ketahui tentang Yesus, hati mereka menjadi tertutup untuk menerima-Nya sebagai Mesias. Itulah sebabnya Injil mengatakan bahwa Yesus tidak banyak mengadakan mukjizat di sana karena ketidakpercayaan mereka.

Bacaan Injil ini mengajak kita untuk bertanya kepada diri sendiri: apakah kita juga pernah bersikap seperti orang-orang Nazaret? Mungkin kita sudah lama menjadi orang Katolik, rajin mengikuti Misa, berdoa, atau aktif dalam kegiatan Gereja. Namun, apakah semua itu membuat iman kita semakin hidup? Ataukah kita justru menjalani semuanya hanya sebagai kebiasaan? Jangan sampai kita merasa sudah mengenal Yesus, tetapi hati kita tidak lagi terbuka untuk mendengarkan dan mengikuti kehendak-Nya.

Hari ini Gereja juga memperingati Santo Ignatius Loyola. Hidupnya memberikan pelajaran yang sangat indah. Sebelum bertobat, ia adalah seorang bangsawan yang mengejar kehormatan dan kemasyhuran. Namun, ketika mengalami luka dalam peperangan, hidupnya berubah. Dalam masa pemulihan, ia membaca Kitab Suci dan kisah hidup para kudus. Dari sanalah ia menyadari bahwa kebahagiaan sejati tidak ditemukan dalam kemuliaan dunia, melainkan dalam mengikuti Kristus.

Pengalaman Santo Ignatius menunjukkan bahwa Allah dapat mengubah hidup seseorang ketika ia membuka hati terhadap Sabda-Nya. Ia juga mengajarkan agar setiap orang meluangkan waktu setiap hari untuk melihat kembali bagaimana Tuhan bekerja dalam hidupnya. Dengan hati yang terbuka, seseorang akan semakin peka menemukan kehadiran Tuhan dalam setiap peristiwa. Sabda Tuhan hari ini mengajak kita untuk tidak menilai segala sesuatu hanya dari apa yang tampak di luar.

Saudara-saudari terkasih, Allah sering berkarya melalui hal-hal yang sederhana dan melalui orang-orang yang mungkin tidak kita perhitungkan. Yang dibutuhkan adalah hati yang rendah hati dan iman yang terbuka. Semoga melalui teladan Santo Ignatius Loyola, kita semakin mampu mengenal Yesus bukan hanya dengan pikiran, tetapi juga dengan hati sehingga kita mampu berkata seperti semangat Santo Ignatius: “Segala sesuatu demi kemuliaan Allah yang lebih besar.” Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita semua.

Fr. Yoga

Leave a Reply

Your email address will not be published.