PW St. Alfonsus Maria de Liguori
Yer. 26:11-16.24; Mzm. 69:15-16.30-31.33-34; Mat. 14:1-12; BcO Ayb. 42:7-17
Berani Setia pada Kebenaran

Saudara-saudari terkasih, Sabda Tuhan hari ini hendak mengajak kita semua untuk menjadi seorang beriman yang berani untuk setia pada kebenaran. Sebagian dari kita akan merasa bahwa kesetiaan akan kebenaran adalah hal yang sia-sia. Kehidupan yang semakin keras agaknya semakin memperkokoh pandangan bahwa kebenaran sebenarnya tidak senantiasa dibutuhkan untuk kehidupan khususnya dalam perkembangan digital. Sehingga bagaimana kita akan berani untuk setia pada kebenaran sedangkan setia pada kebenenaran bukanlah jalan yang selalu menjadi tujuan hidup. Setia pada kebenaran membawa kita pada apa yang sebenarnya memang harusnya terjadi dalam kehidupan kita, kehidupan manusia kadang melewatkan bagian ini demi mencapai tujuan-tujuan tertentu yang sebenarnya melangkahi kodrat diri kita yang selalu mencari kebenaran. Kesetiaan akan kebenaran dilangkahi karena dianggap menghambat kita untuk mencapai kesuksesan. Sehingga, dunia kerja secara khusus selalu menjadi ladang paling mudah bagi kita untuk menjadi seseorang yang berbeda, seseorang yang selalu setia pada kebenaran di tengah mereka yang menghalalkan segala cara untuk mencapai kesuksesan duniawi.
Dalam injil, tokoh Yohanes Pembaptis menjadi tokoh yang memiliki kesetiaan terhadap kebenaran yang dibarengi dengan keberanian untuk mewartakan. Setiap kesetiaan akan kebenaran pastilah memiliki resiko, semogalah kita mampu menghadapi segala konsekuensi yang di terima kala kita melangkah menjadi orang yang berani untuk setia pada kebenaran. Sebagai seorang beriman kita perlu selalu menjaga diri dalam menjadi rasul kebenaran ditengah dunia digital. Meskipun berat Yesus Kristuslah yang akan selalu mendampingi dan menuntun kita dalam seluruh perjalanan hidup kita.
Hari ini Gereja Universal memperingati Santo Alfonsus Maria de Liguori. Ia adalah pribadi yang berani mewartakan kebenaran mengenai doa Novena Tiga Salam Maria, yang pada masa itu dianggap sesat dan tidak sesuai dengan kaidah doa Gereja. Namun berkat keteguhan, keberanian, dan kesetiaannya kini doa ini semakin populer dan membawa berkat bagi banyak orang. Semoga kita mampu meneladani keberanian Santo Yohanes Pembaptis dan Santo Alfonsus yang senantiasa hidup dalam kebenaran. Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita semua.
Fr. Dino
