PW St. Dominikus
Hab. 1:12–2:4; Mzm. 9:8-9.10-11.12-13; Mat. 17:14-20; BcO Mal. 3:1–4:6
Percaya dan Terus Berharap

Saudara-saudari terkasih, dalam Injil hari ini, Yesus bertemu dengan seorang ayah yang datang membawa anaknya yang sedang menderita. Sang ayah sudah meminta para murid untuk menyembuhkan anaknya, tetapi mereka tidak mampu. Lalu Yesus berkata bahwa penyebabnya adalah karena mereka kurang percaya. Bahkan Yesus menegaskan, seandainya iman itu sebesar biji sesawi saja, tidak ada yang mustahil bagi mereka.
Sebagai seorang frater yang sedang menjalani tugas pastoral mengajar, sabda ini menjadi pengingat yang sangat dekat dengan kehidupan saya. Tidak jarang saya datang ke kelas dengan persiapan yang matang, tetapi tetap merasa gugup, takut salah berbicara, atau khawatir apakah anak-anak sungguh memahami apa yang saya sampaikan. Kadang saya juga berharap hasil yang cepat, padahal perubahan hati seseorang membutuhkan waktu dan karya rahmat Tuhan.
Melalui Injil ini saya belajar bahwa keberhasilan dalam pelayanan bukan pertama-tama bergantung pada kemampuan berbicara, metode mengajar yang menarik, ataupun pengalaman yang saya miliki. Yang paling utama adalah iman kepada Tuhan. Ketika saya percaya bahwa Tuhan sendiri bekerja melalui keterbatasan saya, maka saya tidak perlu takut. Saya hanya perlu memberikan yang terbaik, sementara Tuhan yang akan menyentuh hati setiap anak yang saya layani.
Hari ini marilah kita belajar memiliki iman yang sederhana namun teguh. Seperti biji sesawi yang kecil tetapi mampu bertumbuh menjadi pohon yang besar, demikian pula iman yang terus dipelihara melalui doa, Ekaristi, dan perbuatan kasih akan menghasilkan buah yang luar biasa. Tuhan tidak mencari orang yang sempurna, tetapi hati yang mau percaya dan menyerahkan hidup kepada-Nya. Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita semua.
Fr. Yose Manurung
