Bukan Beban Tapi Berkat: Wajah Baru Kepemimpinan Kebidelan Seminari St. Paulus Palembang

Foto: Dokumentasi Seminari

PALEMBANG — Seminari Menengah Santo Paulus Palembang resmi memulai babak baru kepengurusan siswa melalui Perayaan Ekaristi Pelantikan Kebidelan Tahun Ajaran 2026/2027. Perayaan yang dipimpin oleh Rektor Seminari, Romo Titus Waris Widodo SCJ dan dilaksanakan di Kapel Seminari pada Jumat (7/8/2026) sore ini menjadi peristiwa penting bagi para seminaris untuk belajar mengintegrasikan kepemimpinan sebagai bagian utuh dari proses pembinaan diri.

Hadir mendampingi sebagai konselebran di antaranya, Ekonom Seminari, Romo Paskalis Aditya Wardana SCJ, Direktur Spiritual, Romo Paulus Dodot Kusworo SCJ, dan  Praefect Disciplinae, Romo Petrus Sukino.

Kebidelan merupakan organisasi internal seminaris yang bertugas mengatur serta menggerakkan roda kegiatan di seminari melalui berbagai seksi kerja. Lebih dari sekadar organisasi, kepengurusan ini dirancang untuk menempa para calon imam agar mampu menghidupi empat pilar utama pembinaan (4S), yaitu Sanctitas (kesucian), Sanitas (kesehatan), Scientia (pengetahuan), dan Sosialitas.

Makna Hakiki Pelayanan

Foto: Dokumentasi Seminari

Dalam homilinya, Romo Titus Waris Widodo SCJ mengingatkan para seminaris agar tidak melihat tugas kepemimpinan sebagai sebuah beban atau salib yang memberatkan.

“Kita menganggap tugas atau seksi bukan sebagai salib, tetapi sebagai rahmat, sebagai berkat yang membuat kita berkembang untuk perkembangan diri kita,” pesan Romo Rektor tegas.

Merujuk pada Injil Matius 20:28 bahwa Anak Manusia datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani, Romo Titus menjelaskan bahwa dinamika organisasi di seminari adalah ruang terbaik untuk belajar disiplin, memupuk kesetiaan, dan mengasah keberanian menghadapi tantangan nyata.

Ia tidak menampik bahwa perjalanan kepengurusan ke depan tidak akan selalu mulus. Namun, kerumitan tanggung jawab sebagai panutan sesama jangan sampai memadamkan api semangat pelayanan.

“Tentu tidak selalu mudah dan banyak  tantangan. Namun, rumitnya tanggung jawab sebagai panutan jangan sampai memadamkan semangat untuk membentuk jati diri yang lebih matang,” tutur Romo Titus.

Lebih lanjut, imam dehonian yang perhan berkarya di Paroki Allah Mahamurah Pasangsurut ini menjelaskan bahwa tantangan dan hambatan yang ada hendaknya menjadi daya dorong agar para seminaris tetap setia meniti jalan Formatio (pembinaan).

“Baik dalam rutinitas harian yang padat maupun dinamika berorganisasi, semua proses ini bermuara pada satu tujuan besar: mematangkan jati diri para seminaris agar kelak dengan mantap menjawab utusan Tuhan sebagai imam atau biarawan,” harapnya.

Prosesi Pelantikan

Foto: Dokumentasi Seminari

Prosesi pelantikan berlangsung selepas homili. Suasana hening penuh optimisme mengemuka saat para pengurus baru mengucapkan janji kepengurusan dan janji seminaris di hadapan altar. Mereka menyatakan kesiapan menerima estafet tanggung jawab pelayanan untuk satu tahun ajaran ke depan.

Untuk periode 2026/2027 ini, posisi Bidel Umum (Ketua) dipercayakan kepada Natanael Pandiangan. Ia akan dibantu oleh pengurus inti: Rafael Bagas Lionel Inkristo (Bidel Sanctitas), Atanasius Diandra (Bidel Scientia), Yosep Mario Yuliandro Debataraja (Bidel Sanitas), dan Laurensius Gede Wisnu Anggara (Bidel Sosialitas), beserta para seminaris lainnya yang mengisi pos-pos seksi kebidelan.

***Isidorus Kristian Triastono dan Alexandrio Rochello Wardaniel (Seminaris Kelas Rhetorica)

Leave a Reply

Your email address will not be published.