Tutup Pembinaan Calon Frater TOR, Vikjen KAPal Tekankan Pentingnya Jaga Motivasi dan Komitmen Panggilan

Foto: Komsos KAPal

PALEMBANG — Masa pembinaan para calon frater Tahun Orientasi Rohani Keuskupan Agung Palembang (KAPal) resmi ditutup. Penutupan ini ditandai dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Palembang (Vikjen KAPal), Romo Yohanes Kristianto di Kapel Xaverius Centrum Studiorum (XCS) Palembang pada Senin (10/8/2026) petang.

Dalam homilinya, Romo Kristianto mengajak para calon frater untuk bersyukur atas selesainya proses pembinaan intensif selama kurang lebih 40 hari ini. Di tengah jadwal yang padat dan dinamika pembinaan, tahapan awal ini berhasil dilalui dengan baik.

Romo Kristianto kemudian mengangkat teladan dari Santo Laurensius, seorang diakon dan martir, sebagai inspirasi perjalanan panggilan. Ia menekankan bahwa semangat kemartiran Santo Laurensius berakar pada dua hal utama yang juga harus dimiliki oleh para calon frater, yaitu motivasi yang murni dan komitmen yang teguh.

Kunci Hadapi Krisis

“Perjalanan hidup panggilan itu tidak selalu berjalan mulus. Ada kalanya para calon frater akan menghadapi krisis, baik krisis identitas, rasa jenuh, hingga pergumulan di persimpangan jalan,” ujar Romo Kristianto.

Menurutnya, ketika krisis itu datang, para calon frater harus kembali pada motivasi awal mereka. Romo Kristianto mengingatkan agar motivasi tersebut harus terus diperbaharui dari waktu ke waktu agar tetap murni untuk melayani Tuhan, bukan karena kepentingan lain. Selain itu, komitmen untuk tetap setia di tengah tantangan sangat diperlukan, karena kesetiaan sejati akan teruji melalui persoalan yang dihadapi.

“Tantangan zaman sekarang mungkin berbeda dengan zaman Santo Laurensius dulu, tetapi tidak ada perjalanan panggilan yang tanpa tantangan. Kita semua diajak untuk memiliki semangat kemartiran tersebut,” tambahnya.

Foto: Komsos KAPal

Masa pembinaan ini diikuti oleh 10 calon frater yang memiliki latar belakang beragam. Beberapa di antaranya bahkan sudah menyelesaikan pendidikan sarjana (S1) dan meninggalkan kenyamanan dunia kerja demi menjawab panggilan Tuhan.

Perayaan Ekaristi penutupan ini turut dihadiri oleh sejumlah imam, di antaranya Ketua Unio KAPal, Romo Dominggus Koro, serta Pendamping Masa Pembinaan, Romo Paulus Miki Tobat Mursito. Usai Ekaristi, rangkaian kegiatan ditutup dengan malam keakraban yang diisi dengan acara ramah tamah dan pentas seni yang meriah.

***Andreas Setyo Nugroho

Leave a Reply

Your email address will not be published.