Pesta St. Bartolomeus, Rasul
Why. 21:9b-14; Mzm. 145:10-11.12-13ab.17-18; Yoh. 1:45-51
BcO Kis. 5:12-32 atau 1Kor. 1:17–2:5 atau 1Kor. 4:1-16
DATANG, LIHAT, PERCAYA

Saudara-saudari terkasih, dalam Injil hari ini Filipus dengan penuh semangat mengajak Natanael, “Mari dan lihat.” Awalnya Natanael ragu. Bagaimana mungkin sesuatu yang baik datang dari Nazaret? Namun keraguannya berubah menjadi iman ketika ia berani datang dan berjumpa langsung dengan Yesus. Ternyata, perjumpaan jauh lebih kuat daripada sekadar prasangka. Tuhan tidak memaksa Natanael percaya, tetapi mengundangnya untuk mengalami sendiri kasih-Nya.
Sebagai seorang frater yang akan memasuki masa Tahun Orientasi Pastoral (TOP) di paroki, Injil ini terasa sangat dekat dengan perjalanan saya. Ada rasa antusias, tetapi juga ada kekhawatiran. Saya akan bertemu umat yang baru, budaya yang mungkin berbeda, dan tugas-tugas yang belum pernah saya jalani sebelumnya. Namun, Yesus mengingatkan saya agar tidak sibuk dengan ketakutan. Yang terpenting adalah berani “datang dan melihat”, sebab di sanalah Tuhan sudah lebih dahulu menanti dan bekerja melalui umat yang akan saya layani.
Hari ini saya teringat sebuah akronim sederhana: TOP = Temui Orang dengan Percaya. Bagi saya akronim ini menarik karena sama dengan nama masa pastoral yang akan saya jalani, tetapi memiliki makna yang dalam. “Temui” berarti berani hadir dan mendekat. “Orang” mengingatkan bahwa pelayanan selalu tentang manusia, bukan sekadar program. “Percaya” berarti yakin bahwa Tuhan telah lebih dahulu berkarya di hati setiap orang yang saya jumpai. Tugas saya bukan membawa Tuhan kepada umat seolah-olah Dia belum hadir, melainkan membantu mereka menyadari bahwa Tuhan sudah lebih dahulu tinggal di tengah mereka.
Saudara-saudari terkasih, semoga Injil hari ini mengajak kita semua untuk tidak berhenti pada keraguan atau prasangka. Beranilah datang kepada Tuhan dan berjumpa dengan sesama. Sebab ketika kita membuka hati untuk mengalami Tuhan secara nyata, kita akan melihat lebih banyak daripada yang kita bayangkan. Kiranya saya pun, dalam masa TOP nanti, semakin setia menjadi pribadi yang mau datang, melihat, mendengarkan, dan melayani dengan hati yang penuh iman. Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita semua.
Fr. Yulius Susilo
