PW St. Monika
1Kor. 1:1-9; Mzm. 145:2-3.4-5.6-7; Mat. 24:42-51
BcO 1Tim. 2:1-15
Belajar Setia

Saudara-saudari terkasih, dalam Injil hari ini Yesus mengingatkan, “Berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang.” Melalui perumpamaan tentang hamba yang setia dan hamba yang jahat, Yesus mengingatkan bahwa hidup ini adalah sebuah tanggung jawab. Berjaga-jaga di sini bukanlah hidup dalam ketakutan atau kecemasan melainkan sebuah sikap hidup yang penuh kesadaran. Kita diundang untuk menjadi hamba yang didapati tetap setia melakukan tugas dan kebaikan setiap hari, sekecil apa pun itu, tanpa menjadi lengah oleh kenyamanan atau godaan dunia.
Saudara-saudari, sikap berjaga-jaga dan kesetiaan yang sejati ini terpancar dengan sangat indah dalam kehidupan Santa Monika yang hari ini kita peringati. Selama puluhan tahun, ia hidup dalam “penjagaan” yang luar biasa melalui untaian doa dan air mata demi pertobatan putranya, Agustinus, serta suaminya. Ia tidak pernah tahu kapan kiranya Tuhan akan menjawab seruannya. Ia pun tidak pernah menduga bahwa putranya yang semula hidup dalam kesesatan kelak akan menjadi salah satu santo dan Bapa Gereja terbesar.
Monika adalah teladan nyata dari seorang hamba yang tidak pernah tertidur rohaninya; ia tetap berjaga di hadapan Allah dengan lentera iman yang terus menyala. Kita diajak untuk memetik pelajaran berharga tentang pengharapan. Sering kali kita merasa jenuh dan ingin menyerah ketika doa-doa kita belum kunjung dikabulkan, atau saat beban hidup terasa begitu menghimpit. Namun, Monika mengajukan satu kebenaran iman kepada kita: Allah tidak pernah terlambat dan Dia selalu setia pada janji-Nya. Berjaga-jaga berarti menolak untuk putus asa. Itu berarti kita tetap memilih untuk melayani dengan kasih, bekerja dengan jujur, dan tekun berdoa, percaya bahwa Allah sedang merajut sesuatu yang indah pada waktu-Nya yang terbaik.
Saudara-saudari, mari kita bertanya diri, jika saat ini Kristus datang menjumpai kita, bagaimanakah keadaan hati kita? Apakah lentera iman kita masih menyala, ataukah kita sudah mulai lelah dan berkompromi dengan cara-cara dunia? Semoga teladan kesetiaan Santa Monika menginspirasi kita untuk terus bertekun penuh pengharapan. Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita semua.
Fr. Krisna Kilo
