Resmi Diluncurkan, Ini Makna Mendalam di Balik Logo Tahun Pendidikan 2027 Keuskupan Agung Palembang

Foto: Komdik KAPal

BANYUASIN — Keuskupan Agung Palembang (KAPal) bersiap menyambut pelaksanaan Tahun Pendidikan yang merupakan bagian dari Arah Dasar (Ardas) V KAPal periode November 2026 hingga November 2027 mendatang. Sebagai bentuk kesiapan, logo resmi Tahun Pendidikan 2027 diluncurkan dan dipaparkan secara mendalam oleh anggota Tim Komisi Pendidikan Keuskupan Agung Palembang (Komdik KAPal), Fr. M. Yoseph BHK, pada Kamis (8/10/2026) sore.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Rapat Koordinasi (Rakor) dan Workshop Pastoral KAPal bertema “Menata Pastoral: Berbasis Data dan Berbuah Nyata” yang berlangsung di Wismalat Podomoro, Banyuasin, sejak Selasa (6/10/2026) hingga Jumat (9/10/2026).

Acara ini disaksikan langsung oleh Uskup Agung Palembang, Mgr. Yohanes Harun Yuwono, Vikaris Jenderal KAPal, Romo Yohanes Kristianto, Ketua Komdik KAPal, Romo Gading Sianipar, serta dihadiri oleh 154 peserta rakor.

Dalam pemaparannya, Fr. Yoseph menjelaskan bahwa logo Tahun Pendidikan mengusung moto utama “Meneladan Kristus, Mewujudkan Harapan” yang memuat simbol-simbol filosofis sebagai fondasi gerak pastoral pendidikan Katolik.

“Logo ini melambangkan arah dan komitmen bersama kita dalam membangun dunia pendidikan. Salib dan cahaya menjadi simbol utama bahwa Kristus adalah teladan tertinggi sekaligus sumber terang dan harapan dalam setiap karya pendidikan,” ujarnya.

Foto: Komsos KAPal

Ia menguraikan berbagai elemen visual penting yang terkandung di dalam logo tersebut, di antaranya: Salib dan Cahaya yang melambangkan Kristus sebagai teladan utama, sumber terang, serta harapan dalam pendidikan; Kapal melambangkan perjalanan pendidikan dan perutusan Gereja yang membawa harapan baru dalam mengantarkan generasi muda menuju masa depan dalam rumah bersama Keuskupan Agung Palembang; Buku Terbuka menggambarkan sumber ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan; dan Siluet Manusia melambangkan persatuan, sinergi, dan semangat gotong royong dalam membangun pendidikan Katolik di tiga wilayah pelayanan KAPal, yakni Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu.

Labih lanjut, Fr. Yoseph juga memaparkan tentang makna warna logo yang juga memiliki arti filosofis yang kuat. Kuning warna harapan dan terang Kristus; Merah warna kasih, pengorbanan, dan pelayanan; Putih warna kesucian, ketulusan, dan kedamaian; Biru warna kedamaian dan kebijaksanaan; Hijau warna Pertumbuhan dan keberlanjutan, dan Oranye warna semangat, kreativitas, dan transformasi.

“Sinergi antara sekolah, gereja, dan masyarakat di tiga provinsi, Sumsel, Jambi, dan Bengkulu sangat penting. Melalui logo ini, kita diingatkan untuk bergerak bersama dalam semangat kasih, pengorbanan, dan kreativitas demi menumbuhkan generasi yang berkarakter dan bijaksana,” tegas Fr. Yoseph.

Peluncuran logo ini diharapkan menjadi pijakan awal bagi seluruh umat, pendidik, dan pelayan pastoral di Keuskupan Agung Palembang untuk menyongsong Tahun Pendidikan 2027 dengan penuh semangat kolaborasi dan pembaruan.

***TJK

Leave a Reply

Your email address will not be published.