HPS Dekanat Belitang 2026: Mendengarkan Suara Bumi dan Penghuninya

Foto: Komsos Paroki Mojosari

BELITANG, 10 Oktober 2026 — Perayaan Hari Pangan Sedunia (HPS) Dekanat Belitang resmi dibuka pada Sabtu, 10 Oktober 2026, di Paroki Santa Maria Assumpta Mojosari, Belitang BK 9. Mengusung tema “Mendengarkan Suara Bumi dan Penghuninya”, kegiatan yang berlangsung pada 10–11 Oktober 2026 ini mengajak umat untuk semakin peduli terhadap kelestarian lingkungan, memperjuangkan pangan yang sehat, serta menghargai peran para petani sebagai penyedia pangan bagi kehidupan manusia.

Kegiatan ini diikuti oleh para peserta utusan dari paroki-paroki di Dekanat Belitang, yakni Paroki Sang Penebus Batuputih, Paroki Santo Petrus dan Paulus Baturaja, Paroki Trinitas Bangunsari, Paroki Santa Maria Assumpta Mojosari, Paroki Santa Maria Tak Bernoda Tegalrejo, Paroki Para Rasul Kudus Tegalsari, Paroki Kristus Raja Tugumulyo-OKI, Kuasi Paroki Yohanes Paulus II Binakarsa, utusan dari sekolah-sekolah katolik di dekanat Belitang serta perwakilan warga dari desa Mojosari. Kehadiran para utusan dari berbagai tempat ini menjadi wujud keterlibatan Gereja dan masyarakat dalam membangun kepedulian bersama terhadap persoalan pangan dan lingkungan hidup.

Kualitas Tanah Menurun, Petani Diajak Beralih ke Pupuk Organik

Ketua Panitia HPS Dekanat Belitang, Stefanus Basuki, menyampaikan keprihatinannya terhadap penurunan kualitas tanah pertanian yang berdampak pada hasil panen. Menurutnya, selain serangan hama, penggunaan pupuk kimia yang tinggi turut menjadi perhatian dalam upaya menjaga kesuburan tanah.

Foto: Komsos Paroki Mojosari

“Sudah tiga kali musim tanam, hasil panen selalu menurun karena kualitas tanah yang juga sudah menurun. Selain banyaknya hama, penurunan kualitas tanah turut memberikan pengaruh,” ungkap Stefanus.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan HPS bertujuan menyadarkan para penggerak di bidang pertanian agar semakin peduli terhadap lingkungan hidup, salah satunya dengan berani beralih menggunakan pupuk organik. Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan memperoleh pengetahuan dan motivasi untuk menerapkan pola pertanian yang lebih ramah lingkungan demi menjaga kelangsungan ekosistem dan menghasilkan pangan yang sehat.

Kepala Desa Mojosari Apresiasi Gerakan Peduli Lingkungan

Kepala Desa Mojosari, Hj. Meilan Yohana, menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap penyelenggaraan HPS Dekanat Belitang. Ia mengaku baru menemukan kegiatan peringatan Hari Pangan Sedunia yang diselenggarakan oleh Gereja.

Foto: Komsos Paroki Mojosari

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan memberikan manfaat nyata bagi warga, terutama dalam mengembangkan pengetahuan di bidang pertanian dan lingkungan hidup.

“Saya berharap semoga acara seperti ini dapat terus berlangsung sepanjang tahun. Semoga ilmu-ilmu yang diberikan dapat dimanfaatkan dan dibagikan kepada orang lain, sehingga dari ilmu yang disampaikan ini bisa menjadi sumber penghasilan bagi warga,” tuturnya.

HPS: Bersyukur atas Pangan dan Menghormati Para Petani

Ketua Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE), Romo Laurentius Rakidi, menjelaskan bahwa pada tahun 2026 Gereja Katolik merayakan Hari Pangan Sedunia ke-46. Ia menguraikan bahwa HPS mengajak umat untuk bersyukur atas pangan sebagai anugerah Allah, menyadari bahwa pangan merupakan hak setiap manusia, serta membangun solidaritas terhadap mereka yang mengalami kesulitan memperoleh makanan. Umat juga diajak menghormati para petani, nelayan, dan semua pihak yang bekerja menyediakan pangan.

Foto: Komsos Paroki Mojosari

“Para petani dan penyedia jasa pangan lainnya tidak boleh merasa kecil karena mereka telah mengambil bagian dengan memberikan dirinya untuk melayani umat manusia,” jelasnya.

Selain itu, Romo Rakidi mengajak umat untuk hidup sederhana, tidak membuang-buang makanan, dan terus memelihara bumi sebagai rumah bersama. Ia mengingatkan bahwa kerusakan lingkungan dan kemarau berkepanjangan menjadi tanda pentingnya perubahan sikap manusia terhadap alam.

“Bumi kita memang sudah rusak. Banyak bencana yang terjadi, kemarau berkepanjangan. Bumi sudah menjerit dan kita perlu mendengarkan suara bumi,” tegasnya.

Karena itu, umat diajak mengambil langkah nyata untuk menjaga lingkungan dan mendukung tersedianya pangan yang sehat.

Deken Belitang: Gerakan Pangan Sehat Harus Berkelanjutan

Pembukaan resmi Perayaan HPS Dekanat Belitang dilakukan oleh Deken Dekanat Belitang, Romo Sylvester Joko Susanto. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya keterlibatan Gereja dalam gerakan menjaga dan melestarikan pangan yang sehat. Kepedulian terhadap pangan tidak dapat dipisahkan dari tanggung jawab merawat lingkungan hidup serta membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pangan yang sehat dan berkelanjutan.

Foto: Komsos Paroki Mojosari

Romo Joko Susanto juga berharap agar kegiatan HPS tidak berhenti pada pertemuan selama dua hari, tetapi terus dilanjutkan melalui tindakan nyata di tengah umat dan masyarakat.

“Kegiatan ini tidak hanya berhenti di tempat ini, tetapi akan berkelanjutan untuk tahun-tahun ke depan sambil merenungkan tema HPS yang telah dicetuskan oleh Gereja,” ungkapnya.

Mewujudkan Kepedulian melalui Tindakan Nyata

Perayaan HPS Dekanat Belitang pada 10–11 Oktober 2026 diharapkan menjadi momentum untuk menumbuhkan gerakan bersama dalam merawat bumi dan memperjuangkan pangan yang sehat. Melalui pertemuan ini, para peserta diharapkan dapat memperdalam pengetahuan mengenai pertanian ramah lingkungan, pentingnya menjaga kesuburan tanah, serta upaya menghasilkan pangan yang sehat. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama kegiatan diharapkan dapat dibagikan kembali kepada umat di paroki masing-masing.

Melalui tema “Mendengarkan Suara Bumi dan Penghuninya”, Gereja mengajak umat menyadari bahwa bumi bukan sekadar tempat mengambil hasil, melainkan rumah bersama yang harus dirawat. Kerja sama antara Gereja, pemerintah desa, petani, dan masyarakat diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga bumi merupakan tanggung jawab bersama sekaligus wujud nyata kasih kepada sesama, terutama mereka yang mengalami kesulitan memperoleh pangan.

*BAY

Leave a Reply

Your email address will not be published.