Bruder Santo Gabriel Peringati 125 Tahun Karya Pendidikan di Thailand

Pemimpin Provinsial Bruder Surakit Srisarankulwong, FSG, dan ketua panitia, Bruder Sayam, berdiri di depan potret Raja dan Ratu Thailand serta sepasang lilin kerajaan menjelang Misa Syukur peringatan 125 tahun di Katedral Assumption, Bangkok, pada 7 Oktober 2026.
| Foto: LiCAS News.

Seratus dua puluh lima tahun setelah kapal penumpang Annam membawa lima misionaris dari Prancis ke Siam, para Bruder Santo Gabriel memperingati 125 tahun karya pendidikan mereka di Thailand.

Misa syukur diselenggarakan pada 7 Oktober di Katedral Assumption, Bangkok, untuk memperingati 125 tahun karya pendidikan dan pembinaan manusia yang dijalankan para Bruder Santo Gabriel dalam semangat Santo Louis Marie de Montfort.

Raja Maha Vajiralongkorn menyampaikan ucapan selamat atas peringatan tersebut.

“Ketika para Bruder Santo Gabriel di Thailand memperingati 125 tahun perutusan mereka yang berkelanjutan dalam mendidik dan membina kaum muda, saya ingin menyampaikan penghargaan yang tulus dan harapan terbaik saya. Semoga kongregasi Anda berhasil menjalankan perutusannya dan menghadirkan manfaat yang semakin besar serta semakin luas,” ujar Raja.

Ratu Suthida, yang merupakan alumni Universitas Assumption Thailand dan meraih gelar Sarjana Ilmu Komunikasi pada 2000, turut menyampaikan refleksinya mengenai kontribusi kongregasi tersebut dalam bidang pendidikan.

Misa Syukur di Katedral Assumption, Bangkok, pada 7 Oktober 2026, menandai 125 tahun karya pendidikan Bruder Santo Gabriel di Thailand. Kongregasi ini telah berkarya di negara tersebut sejak 1901, dengan misi yang berpusat pada pendidikan dan pembinaan manusia dalam semangat Santo Louis Marie de Montfort. | Foto: LiCAS News.

“Para Bruder Santo Gabriel telah lama mendedikasikan diri untuk menyediakan pendidikan dan meningkatkan standar akademik di Thailand, mulai dari pendidikan anak usia dini hingga pendidikan tinggi. Dengan demikian, mereka memainkan peran penting dalam membentuk sumber daya manusia berkualitas tinggi yang menjadi salah satu penggerak utama kemajuan bangsa,” katanya.

Ratu Suthida juga mempersembahkan sepasang lilin kerajaan untuk liturgi Ekaristi.

Misa dipimpin oleh Uskup Silvio Siripong Charatsri dan dikonselebrasikan oleh Uskup Agung Peter B. Wells, Nunsius Apostolik untuk Thailand, bersama para uskup, bruder, imam, biarawan-biarawati, pendidik, alumni, serta perwakilan mahasiswa.

Awal yang Sederhana dan Perkembangan Karya Pendidikan

Kehadiran kongregasi Bruder Santo Gabriel di Thailand dimulai pada Oktober 1901 atas undangan Pastor Émile August Colombet, pendiri Collège de l’Assomption atau Assumption College.

Untuk meningkatkan mutu sekolah tersebut, Pastor Colombet mempercayakan pengelolaannya kepada para bruder dari Prancis.

Dipimpin Bruder Martin de Tours, FSG, dan didukung tokoh-tokoh seperti Bruder Hilaire, penulis buku pelajaran bahasa Thailand Darunsuksa, komunitas ini meletakkan dasar bagi pengembangan jaringan pendidikan yang semakin luas.

Setelah Perang Dunia I, meningkatnya kebutuhan pendidikan mendorong perluasan karya mereka. Para bruder mendirikan Saint Gabriel’s College di kawasan Samsen, Bangkok, pada 1922, kemudian Montfort College di Chiang Mai pada 1932.

Yayasan Saint Gabriel Thailand didirikan pada 1937 untuk menyederhanakan tata kelola dan memisahkan kehidupan pastoral dari administrasi sipil.

Dalam dekade-dekade berikutnya, jaringan pendidikan tersebut berkembang hingga jenjang pendidikan tinggi melalui Assumption Business Administration College (ABAC), yang kemudian menjadi Universitas Assumption Thailand, universitas internasional pertama di negara itu.

Refleksi, Pengembangan Akademik, dan Pembaruan

Rangkaian peringatan 125 tahun ini mencakup berbagai kegiatan akademik dan rohani sepanjang pekan.

Pada 5 Oktober, kegiatan FSG Academic Expo 2026 di Assumption College menghadirkan penyerahan beasiswa oleh Brother Louis Chanel Foundation.

Sebanyak 900.000 baht diberikan untuk mendukung para siswa berprestasi yang mengalami kesulitan keuangan di berbagai sekolah Katolik dalam jaringan pendidikan di seluruh Thailand.

Keesokan harinya, sebuah seminar administrasi yang diselenggarakan oleh Pemimpin Umum Bruder Dionigi Taffarello mempertemukan para pemimpin dari 16 lembaga yang berafiliasi dengan yayasan tersebut.

Seminar itu berfokus pada tantangan kecerdasan buatan dan perubahan teknologi yang berlangsung cepat, sekaligus merefleksikan hubungan antara modernisasi dan nilai-nilai rohani.

Para peserta berfoto bersama dalam FSG Academic Expo 2026 di Assumption College pada 5 Oktober 2026. Acara tersebut mencakup penyerahan beasiswa oleh Brother Louis Chanel Foundation, yang memberikan 900.000 baht untuk mendukung siswa berprestasi yang mengalami kesulitan keuangan di jaringan sekolah Katolik Thailand. | Foto: Assumption College.

Perutusan untuk Masa Depan

Dalam liturgi tersebut, Uskup Agung Wells merefleksikan perutusan kongregasi yang terus berlanjut.

“Peringatan ini bukan hanya perayaan perjalanan waktu, melainkan juga perayaan kehidupan yang diubah melalui pendidikan. Karya para bruder terwujud dalam pembinaan kaum muda, kepercayaan keluarga-keluarga, dan panggilan para pendidik. Masa depan menuntut lebih dari sekadar mempertahankan lembaga-lembaga; masa depan juga menuntut perlindungan terhadap integritas rohani dan persatuan,” ujarnya.

Pada akhir Misa, Bruder Dionigi merefleksikan hubungan yang telah dibangun selama puluhan tahun antara kongregasi dan masyarakat Thailand, termasuk keluarga, para pendidik, alumni, serta Gereja setempat.

“Kelima bruder pertama membawa serta Injil, kepercayaan kepada Penyelenggaraan Ilahi, dan semangat pelayanan,” katanya. “Sebagai balasannya, Thailand turut membentuk para bruder dengan menanamkan budaya dan kemurahan hati negeri ini ke dalam identitas kongregasi.”

Bruder Dionigi mengajak komunitas untuk menatap masa depan dengan rasa syukur, kedewasaan, dan kemurahan hati yang diperbarui. Ia juga menegaskan kembali bahwa karya pendidikan merupakan bagian utama dari pelayanan Gereja dan harus berpusat pada pribadi manusia.

Pemimpin Provinsial Bruder Santo Gabriel Thailand, Bruder Dr. Surakit Srisarankulwong, FSG, turut menyampaikan apresiasi kepada komunitas pendidikan tersebut.

Ia mengatakan bahwa di tengah perkembangan kecerdasan buatan dan teknologi modern yang mengubah hubungan antarmanusia serta proses pembelajaran, jaringan pendidikan itu tetap berkomitmen membentuk para siswa yang memiliki karakter kuat dan landasan moral yang kokoh.

Selama 125 tahun sejarahnya, lembaga-lembaga di bawah yayasan tersebut telah mendidik berbagai generasi siswa yang kemudian mengabdi dalam kehidupan publik.

Alumni dari lingkungan pendidikan Assumption mencakup mantan perdana menteri Phraya Manopakorn Nitithada, Thaksin Shinawatra, dan Samak Sundaravej, serta Perdana Menteri Anutin Charnvirakul dan Jenderal Surayud Chulanont, Presiden Dewan Penasihat Kerajaan.

Peringatan ini menegaskan kembali komitmen berkelanjutan kongregasi terhadap pendidikan, pembentukan karakter, dan pelayanan di Thailand.

Artikel ini pertama kali diterbitkan di https://www.licas.news/. Seluruh hak cipta dilindungi. Penerbitan ulang tanpa izin oleh pihak ketiga tidak diperkenankan.

***Chainarong Monthienvichienchai, LiCAS News

Vatican News

Leave a Reply

Your email address will not be published.