
PRABUMULIH — Pembinaan seni liturgi dan paduan suara gerejani Katolik di Kota Prabumulih memasuki babak baru. Pengurus Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik Daerah (LP3KD) Kota Prabumulih periode 2026–2031 resmi dilantik dalam Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Romo Simon Margono di Gereja Paroki Santa Maria Bunda Penolong Abadi, Minggu (11/10/2026) pagi.
Momen pelantikan ini menjadi sejarah tersendiri. Untuk pertama kalinya, struktur kepengurusan LP3KD terbentuk secara resmi di Kota Prabumulih. Kehadirannya diharapkan menjadi wadah utama dalam mengasah potensi seni musik liturgi umat Katolik, khususnya generasi muda.
Upacara pengukuhan dipimpin langsung oleh Pastor Kepala Paroki, Romo Simon Margono, serta disaksikan oleh Ketua Dewan Pastoran Paroki (DPP) dan umat yang hadir. Hadir pula jajaran pengurus LP3KD Provinsi Sumatera Selatan, antara lain Plt. Ketua Umum Alphonsus Supardi, Sekretaris Umum Leonardus Sutrisno, dan Wakil Ketua 1 Aloysius Harmadi.

Dalam kepengurusan perdana ini, Antonius Djoenaidi dipercaya menjabat sebagai Ketua Umum, didampingi Stephanus Triyana (Ketua I), Betty Gusdwisari (Sekretaris Umum), Antonius Fajar Putranto (Sekretaris I), Cicilia Supriyanti (Bendahara Umum), dan Antonius Sutopo (Bendahara I), beserta bidang-bidang kerja teknis lainnya.
Dalam homilinya, Romo Simon Margono menyampaikan pesan mendalam dan harapan besar kepada para pengurus yang baru dikukuhkan. Ia menegaskan pentingnya peran LP3KD bukan sekadar sebagai penyelenggara acara, melainkan sebagai wadah pelayanan bagi sesama dan sarana mempererat persaudaraan.
“LP3KD hadir sebagai saluran rahmat Tuhan untuk mengembangkan kesenian Katolik sekaligus menjadi alat perekat antar sesama anak bangsa. Semoga pengurus LP3KD Kota Prabumulih yang baru dilantik dapat bekerja secara ikhlas untuk pelayanan umat serta sukses menyelenggarakan agenda Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) tingkat provinsi dalam waktu dekat,” ungkapnya.
Apresiasi senada disampaikan oleh Sekretaris Umum LP3KD Sumsel sekaligus Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Katolik Kementerian Agama Kanwil Provinsi Sumatera Selatan, Leonardus Sutrisno. Ia mendorong agar Pesparani tidak hanya dilihat sebagai ajang kompetisi rutin, melainkan dikembangkan menjadi agenda seni dan budaya berkala di Prabumulih guna membina karakter serta bakat generasi muda secara berkelanjutan.
“Kami berharap LP3KD Kota Prabumulih dapat bergerak secara progresif. Pesparani hendaknya dikembangkan menjadi agenda seni dan budaya yang dilaksanakan secara rutin di Kota Prabumulih, sehingga menjadi wadah pembinaan karakter dan bakat generasi muda yang konsisten,” ujar Leonardus.
Menjawab amanat tersebut, Ketua Umum LP3KD Kota Prabumulih, Antonius Djoenaidi, menyatakan kesiapannya merangkul berbagai pihak. Langkah awal yang akan diambil adalah melakukan konsolidasi internal hingga ke tingkat paroki dan stasi, serta memperkuat sinergi bersama para pastor, DPP, Pemerintah Kota, hingga Penyelenggara Agama Katolik Kementerian Agama.

“Mengingat ini adalah kali pertama LP3KD Kota Prabumulih berdiri, kami menyadari adanya berbagai tantangan di depan. Namun, dengan semangat persatuan, kekompakan, dan bantuan Tuhan, kami yakin dapat menjalankan amanat ini dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab,” tegas Djoenaidi.

Melalui sinergi lintas sektor ini, LP3KD Kota Prabumulih berkomitmen melahirkan generasi muda yang unggul dalam seni musik liturgi, berbudi pekerti luhur, dan berkontribusi positif bagi masyarakat luas.
***Andreas Daris Awalistyo (Kontributor Palembang)
