Renungan Harian Kamis, 15 Oktober 2026

PW St. Teresia dari Avila, Perawan dan Pujangga Gereja
Ef. 1:1-10; Mzm. 98:1.2-3ab.3cd-4.5-6; Luk. 11:47-54; BcO Sir 16:24-17:14.

Menemukan Allah di Kedalaman Hati


Saudara dan saudari yang terkasih, kisah Injil hari ini menampilkan Yesus yang menegur orang Farisi, mereka pandai membangun monumen untuk nabi-nabi masa lalu, namun buta melihat Sang Kebenaran yang sedang berdiri di depan mereka. Mereka pintar mengutip hukum Taurat, tapi tidak menghidupinya. Yesus menyingkap topeng kepalsuan mereka: kesalehan luar yang tidak sejalan dengan ketulusan batin hanya akan menjadi kesombongan rohani yang menghalangi orang lain menemukan kebenaran.
Teguran ini mengajak kita untuk mengevaluasi diri secara jujur. Sering kali kita terjebak pada formalitas agama—rajin beribadah, aktif dalam kegiatan gerejani, atau pandai berbicara tentang ajaran kasih—namun hati kita masih menyimpan dendam, kepalsuan, dan keengganan untuk berubah. Yesus memanggil kita bukan untuk menjadi orang Kristen yang mahir mengoles tampilan luar, melainkan menjadi murid yang berani membiarkan hati kita ditransformasi oleh Roh Kudus.
Saudara-saudari, permenungan ini terasa makin mendalam saat kita mengenang Santa Teresia dari Avila, seorang perawan dan Pujangga Gereja. Santa Teresia mengajar kita bahwa doa bukanlah sekadar pengulangan kata-kata atau aturan lahiriah, melainkan “hubungan persahabatan yang intim dengan Allah yang kita tahu mencintai kita.” Ia berani membongkar kepalsuan dan rutinitas rohani yang dangkal pada zamannya untuk membawa pembaruan nyata yang berakar pada ketulusan batin.
Seperti Santa Teresia yang berjuang memperbarui semangat hidup membiara, kita pun diundang untuk meruntuhkan tembok kesombongan dan kemunafikan dalam diri. Ketika ahli Taurat memilih marah dan mengintai kesalahan Yesus, Santa Teresia memilih jalan kerendahan hati: membiarkan kasih Allah membongkar segala ego dan ketidakjujuran dalam dirinya agar rahmat Kristus dapat mengalir bebas.
Mari kita memohon rahmat kejujuran hati dalam peziarahan iman hari ini. Semoga kita tidak menjadi orang yang sibuk menghakimi atau mengagumi kebaikan orang lain hanya di bibir saja, melainkan berani membuka pintu hati agar Kristus bertakhta dan mengubah kita menjadi pembawa kebenaran yang sejati. Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita semua.

Fr. Oliver Dito Agung Bekam Saputra
Tingkat 2

Leave a Reply

Your email address will not be published.