Renungan Harian Rabu, 14 Oktober 2026

Gal. 5:18-25; Mzm. 1:1-2.3.4.6; Luk. 11:42-46; BcO Sir 15:11-20

Mencari Kehendak-Nya

Saudara-saudari yang terkasih, dalam bacaan Injil hari ini Yesus melontarkan teguran yang keras kepada orang-orang Farisi dan ahli Taurat mengenai keadilan dan kasih Allah. Dalam Injil dikatakan, “Hai orang-orang Farisi, sebab kamu membayar persepuluhan dari selasih, inggu, dan segala jenis sayuran, tetapi kamu mengabaikan keadilan dan kasih Allah. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan. Celakalah kamu, hai orang-orang Farisi, sebab kamu suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan suka menerima penghormatan di pasar.”
Sikap orang Farisi ini mencerminkan keadaan kita yang sering kali banyak bicara, tetapi tindakannya begitu sedikit. Teguran Yesus terhadap orang Farisi sebenarnya adalah sapaan kasih Tuhan untuk kita di zaman modern ini. Kadang kala, kita bisa terjebak pada hal yang sama. Kita mungkin rajin ke gereja, aktif dalam berbagai kegiatan, atau hafal doa-doa yang panjang. Tetapi, bagaimana perlakuan kita kepada pasangan di rumah? Bagaimanakah tutur kata kita kepada rekan kerja? Apakah kita masih suka menghakimi orang lain? Jika kesalehan kita tidak membuahkan belas kasih, maka ibadat dan doa-doa yang kita lakukan belumlah berbuah. Artinya, kita melakukan hal-hal yang baik ini hanya agar dilihat oleh orang lain.
Saudara-saudari, kita dapat belajar dari bacaan pertama agar hidup kita tidak menjadi kering dan hanya mementingkan penghormatan. Rasul Paulus menegaskan kepada jemaat di Galatia kuncinya adalah “hiduplah oleh Roh”. Jika hidup kita dipimpin oleh Roh Kudus, kita tidak akan sibuk mencari pujian manusia. Sebaliknya, hidup kita secara alami akan memancarkan buah-buah Roh, yaitu: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri.
Saudara-saudari, jika kita berpegang pada kasih karunia ini, maka seperti yang ungkapan kita akan menjadi seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya. Kesukaan kita bukan pada pujian manusia, melainkan pada kehendak Tuhan. Mari kita hidup dalam Roh Allah dan jangan mementingkan kepentingan pribadi yang membuat kita jauh dari keadilan dan kasih Tuhan. Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita semua.

Fr. Firgilius Firmus Klau
Tingkat 2

Leave a Reply

Your email address will not be published.